"Terima kasih kepada Pak Menteri Pertanian yang sudah membantu Aceh. Lebih-lebih lagi pada masa saat ini, yang paling urgent, dan alhamdulillah semua masyarakat di Aceh sudah menikmati," ujar Mualem.
Dia mengakui, bantuan logistik dari Kementan sangat meringankan beban masyarakat. "Terlebih lagi bantuan sandang pangan dan sembako yang sudah Pak Menteri kirimkan ke Aceh. Mudah-mudahan, Aceh lebih baik lagi," harapnya.
Namun begitu, Mualem menyebut masih ada kebutuhan lain yang mendesak. Obat-obatan, selimut, sampai perlengkapan sekolah untuk anak SD dan SMP masih diperlukan.
Mendengar itu, Mentan Amran langsung merespons. Dia menegaskan bahwa pemerintah pusat bakal terus menyiapkan stok dan bantuan sesuai kebutuhan di daerah.
"Stok kami siapkan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan. Fokus bantuan meliputi beras, minyak goreng, dan bantuan lainnya. Kita bantu saudara kita, ini adalah perintah Bapak Presiden," tegasnya dengan nada pasti.
Dia juga memastikan ada penebalan stok untuk mengantisipasi akhir tahun. "Kita siapkan stoknya di lapangan. Permintaan beliau insya Allah akan kita penuhi," ungkap Amran.
Pertemuan itu juga menjangkau hal-hal yang lebih teknis. Selain bantuan logistik, mereka bahas dukungan sarana produksi. Program cetak sawah, pengembangan kebun kopi, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian ikut dibicarakan. Rencananya, pengiriman untuk hal-hal ini akan dimulai pada Januari 2026.
"Kita siap mendukung penuh pemulihan dan penguatan pertanian Aceh," tutup Mentan Amran mengakhiri pertemuan.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026