Selain dua nama itu, rapat juga mengukuhkan B. Bintoro Kunto Pardewo sebagai Komisaris Independen. Bintoro adalah sosok dari kalangan otoritas moneter, pernah menjabat di Bank Indonesia sebelum akhirnya berkecimpung di holding jasa keuangan negara. Pendidikannya campuran antara teknik mesin dan finance, yang konon memberinya pendekatan analitis yang tajam untuk mengawasi kepatuhan dan pengendalian risiko.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menanggapi hasil RUPSLB ini dengan positif. Menurutnya, keputusan ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham.
“RUPSLB ini menjadi simbol dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis manajemen,” ujar Adhika dalam siaran pers yang dirilis Jumat lalu.
Dia menambahkan, penguatan dewan komisaris adalah bagian dari upaya menjaga keseimbangan. Di satu sisi, bisnis perlu terus dikembangkan. Di sisi lain, tata kelola dan manajemen risiko harus tetap kokoh. Dengan komposisi dewan yang sekarang, yang diisi figur dari beragam latar perbankan, kebijakan publik, hingga bank sentral Mandiri optimistis pengawasan internalnya akan lebih solid.
Pada akhirnya, semua perubahan ini diharapkan bukan sekadar pergantian kursi. Tapi benar-benar bisa menopang ekspansi, menjaga kepercayaan pasar, dan tentu saja, memperluas kontribusi bank tersebut bagi perekonomian nasional ke depannya.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Picu Aksi Jual dan Pelemahan Pasar Saham Asia
Avatar: Fire and Ash Tembus USD1 Miliar, Jadi Film Ketiga Disney yang Raih Prestasi Serupa di 2025
Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Koreksi ke Level 6.745
Laba Bersih ABM Investama Anjlok 51% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara