Ada kabar baik dari sisi risiko. Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia untuk tenor 5 tahun, per 18 Desember, tercatat turun menjadi 69,80 basis poin. Sepekan sebelumnya, posisinya masih di 71,22 bps. Penurunan ini mengindikasikan sentimen pasar terhadap risiko kredit Indonesia yang sedikit membaik.
Perubahan juga terlihat pada imbal hasil obligasi. Pada Kamis lalu, yield SBN tenor 10 tahun tercatat merosot ke level 6,14 persen. Di pasar global, imbal hasil US Treasury 10 tahun juga mengalami penurunan, berada di 4,122 persen. Pergerakan ini tampaknya selaras dengan dinamika pasar global.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,"
Pernyataan Ramdan itu menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas. Upaya koordinasi dan strategi kebijakan yang komprehensif tetap diandalkan sebagai benteng utama menghadapi ketidakpastian arus modal global.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia
PIPA Beringsut: Dari Pabrik Pipa PVC Menuju Ladang Minyak dan Gas
SOLA Kantongi Kontrak Rp14,72 Miliar untuk Perkuat Jalan Hauling Batu Bara di Sumsel