“Ini sebetulnya hal yang membuat kami sedih, karena ini bukan kasus pertama ada warga kita yang tertipu lowongan pekerjaan. Kalau sudah terlanjur begini, memang prosedurnya jadi agak panjang. Kita arahkan dulu, siapa yang memberangkatkan? Legal tidak? Tapi apapun itu, Disnakertrans tetap akan membantu. Entah legal atau tidak, kami berusaha agar bagaimana warga Bantul bisa kembali ke tanah air semaksimal mungkin,’’ jelasnya.
Baca Juga: Telan Rp 2,8 Miliar, Revitalisasi Taman Denggung Diresmikan
Menurutnya, semakin ke sini, berjuang untuk mendapatkan pekerjaan memang bukan perkara gampang. Jumlah pencari kerja terus bertambah. Persaingan pun semakin ketat. Kendati demikian, Istirul berpesan agar masyarakat Bantul tetap berhati-hati dalam mencari pekerjaan.
Apabila menemukan lowongan pekerjaan yang mencurigakan, katanya, masyarakat Bantul dapat mengkonsultasikan hal tersebut kepada Disnakertrans untuk dicek kebenarannya.
“Sebenarnya selama ini kami sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang akan membuka lowongan pekerjaan di Bantul. Tapi tentu akan kami verifikasi dulu. Betul tidak ini lowongannya? Apakah memang tidak dipungut biaya? Kalau sudah diverifikasi, baru kami sebar di media sosial milik Disnakertrans. Tapi kalau memang warga Bantul mendapat info lain di luar media resmi kami dan merasa ragu akan lowongan kerja yang didapat, boleh sekali untuk dikonsultasikan ke kami terlebih dahulu,” jelasnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kedu.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Pasar Modal Indonesia Pecahkan Rekor: Investor Tembus 20 Juta, Likuiditas Didominasi Ritel
OWK PACK Picu Saham Melonjak, Sentuh ARA Keenam Hari Berturut-turut
Astra Lanjutkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang Sumatra
OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Bertahan Hingga 2025