Airlangga Hartarto Terbang ke AS, Kejar Finalisasi Tarif Sebelum Libur Natal

- Kamis, 18 Desember 2025 | 03:42 WIB
Airlangga Hartarto Terbang ke AS, Kejar Finalisasi Tarif Sebelum Libur Natal

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap kembali ke Amerika Serikat hari ini, Kamis. Tujuannya jelas: mendorong finalisasi perundingan tarif resiprokal yang diharapkan rampung sebelum 2025 berakhir.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengonfirmasi rencana itu. Dia sendiri akan ikut mendampingi sang menteri dalam lawatan kali ini.

"Kami dengan Pak Menko ditugaskan Pak Presiden untuk menyelesaikan negosiasi tarif. Mudah-mudahan di bulan ini bisa kita selesaikan," ujar Susiwijono, Rabu kemarin di kantor Ombudsman RI.

"Kami dengan Pak Menko dan tim, Insyaallah besok akan ke Amerika," tambahnya.

Perundingan alot soal tarif ini sebenarnya sudah berjalan sejak April lalu. Nah, kunjungan sekarang diharapkan jadi pertemuan penentu, sebelum suasana libur Natal benar-benar menyergap. Susiwijono berharap bisa bertemu dengan pihak pemerintah AS dalam seminggu ke depan. Soalnya, menurutnya, mereka masih akan bekerja hingga sekitar tanggal 23 Desember.

"Jadi mereka kemarin menyatakan akan menerima pihak Indonesia. Mereka "ngantor" kira-kira terakhir tanggal 23. Jadi masih bisa kita seminggu ke depan ini bertemu dengan pihak Amerika," imbuhnya.

Sebelumnya, pembicaraan juga sudah dilakukan lewat jalur virtual. Pekan lalu, misalnya, ada diskusi dengan Kantor Perwakilan Dagang AS atau USTR. Presiden Jokowi sendiri dikatakan memberi arahan agar segara diselesaikan.

"Pak Presiden memberikan arahan supaya segera kita selesaikan, sehingga kita meminta waktu ke pemerintah Amerika untuk bertemu dengan para pimpinan di sana, dari USTR maupun beberapa menteri nanti, sebelum libur Natal," jelas Susiwijono.

Lantas, bagaimana status perundingannya? Susiwijono memastikan bahwa negosiasi sama sekali belum batal. Memang, diakui ada dinamika dan tentu saja perbedaan pandangan dari kedua belah pihak. Itu hal yang wajar. Namun, upaya untuk mencapai kesepakatan final masih terus digenjot.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar