Berdasarkan laporan bulanan per 30 November 2025, pengendali utama saham BUVA adalah PT Nusantara Utama Investama dan Hapsoro. Rincian kepemilikannya cukup jelas.
PT Nusantara Utama Investama memegang porsi terbesar, yakni 15,17 miliar saham atau setara 61,64%. Sementara Hapsoro memegang 60,84 juta saham (0,25%). Direksi perusahaan, Satrio, memiliki 13,33 juta saham (0,05%). Sisanya, sebanyak 9,35 miliar saham atau 38,01%, beredar di tangan masyarakat.
Yang menarik, penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham ini adalah Happy Hapsoro.
BUVA sebenarnya sudah lama melantai di bursa. Mereka melakukan penawaran perdana (IPO) pada 2010, melepas 857 juta saham dengan harga Rp260 per lembar. Dari aksi korporasi itu, mereka berhasil mengumpulkan dana segar sekitar Rp222,85 miliar.
Bagaimana kinerja sahamnya di pasar? Pada Rabu, 17 Desember 2025, saham BUVA ditutup melemah 5,44% ke level Rp1.390 per saham. Meski turun hari itu, dalam sebulan terakhir saham ini justru menunjukkan performa luar biasa dengan melonjak 47,09%.
Jadi, itulah gambaran singkat tentang siapa yang mengendalikan BUVA di balik kemewahan hotel-hotel Alila.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak