Surge Cetak Rekor Pelanggan, Laba Bersih Tergerus Ekspansi Agresif

- Rabu, 17 Desember 2025 | 02:25 WIB
Surge Cetak Rekor Pelanggan, Laba Bersih Tergerus Ekspansi Agresif

EBITDA juga ikut meroket, naik 96% menjadi Rp697 miliar. Namun, ceritanya agak berbeda untuk laba bersih. Meski tumbuh 70% secara tahunan menjadi Rp261 miliar, angka itu justru turun 78% secara kuartalan. Ada beberapa alasan di balik ini.

Pertama, masuknya NTT e-Asia Pte Ltd sebagai pemegang saham minoritas baru di anak usaha Surge, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Transaksi akuisisi 49% saham ini menyebabkan sekitar Rp70 miliar laba bersih dialokasikan untuk kepentingan non-pengendali. Kedua, ada kenaikan biaya keuangan. Pinjaman berbunga dan obligasi perusahaan membengkak dari Rp1,8 triliun di kuartal II menjadi Rp3,1 triliun di kuartal III.

Arus kas operasi pun terkena imbas, turun 70% secara tahunan menjadi Rp116 miliar. Lonjakan pembayaran bunga akibat pendanaan untuk ekspansi menjadi penyebab utamanya.

Namun begitu, Yune Marketatmo memandang fluktuasi ini sebagai sesuatu yang wajar dalam strategi pertumbuhan yang mereka jalani.

"Fluktuasi jangka pendek pada arus kas dan laba sejalan dengan strategi ini dan diharapkan akan menghasilkan leverage operasional yang lebih besar seiring waktu," katanya.

Ia optimis, seiring meningkatnya kepadatan jaringan dan utilisasi, grup akan punya posisi yang lebih baik.

"Kami berada pada posisi yang baik untuk membuka peluang leverage operasional dan monetisasi, khususnya melalui penetrasi FTTH, konektivitas korporasi, dan layanan bernilai tambah," tambah Yune.


Halaman:

Komentar