Ria yang sudah lebih dari empat tahun berjualan di sana mengaku sedang berdagang saat keributan terjadi. "Iya lagi biasa jualan, ada rame-rame katanya debt collector. Ricuh kan, akhirnya tutup ini (warung). Ngeri," jelasnya, masih tampak was-was.
Di sisi lain, seorang warga yang enggan disebut namanya bercerita kalau para pemilik kios yang terbakar belum kembali. Mereka memilih mengungsi untuk sementara waktu.
"Pemiliknya (kios) lagi pada ngungsi ke mana-mana. Sekarang tinggal warga jaga di sini gantian. Biar kondusif," katanya.
Penjagaan warga ini punya aturan tak tertulis. Setiap orang yang datang akan dimintai izin dulu. Menurut mereka, ini cara untuk mencegah provokasi yang bisa memicu masalah baru. "Iya biar kondusif, izin dulu. Soalnya sekarang udah tenang," ucap warga tadi.
Peristiwa ini berawal dari kericuhan pada Kamis lalu. Sebanyak sembilan kios dan tujuh kendaraan dilaporkan terbakar. Semua berawal dari pengeroyokan terhadap dua anggota debt collector di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata, yang berujung tewasnya seorang penagih utang. Persoalan utang sepeda motor diduga jadi pemicu. Kemarahan rekan-rekan korban kemudian meledak, berujung pada pengrusakan dan pembakaran di lokasi tersebut.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta