Suasana di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, masih terasa mencekam beberapa hari setelah kericuhan. Dampaknya langsung terasa di kehidupan ekonomi warga setempat. Beberapa kios pedagang hangus jadi abu, menghentikan usaha kecil-kecilan dan meninggalkan kerugian yang jumlahnya nggak main-main.
Pantauan di lokasi pada Selasa siang menunjukkan area bekas pembakaran masih dijaga ketat. Gabungan antara warga dan aparat kepolisian berjaga. Hingga lewat tengah hari, terlihat sekitar lima orang warga berusaha membersihkan sisa-sisa puing yang berserakan. Kerja mereka terlihat berat.
Kondisi kios-kios itu benar-benar memprihatinkan. Lebih dari enam bangunan terbakar, dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda. Ada yang tinggal rangka besi menghitam dan lapuk dimakan api. Yang lain, sekitar separuh hingga tujuh puluh persen bangunannya rusak. Kaca etalase pecah berantakan, peralatan dagang dalam keadaan rusak parah. Lantai berjelaga hitam, gerobak hangus, tembok bolong-bolong. Aktivitas jual beli yang biasanya ramai, kini sunyi senyap.
Salah satu pedagang, Ria, masih bisa bernapas lega. Lapak tendanya tidak mengalami kerusakan separah kios-kios permanen yang jadi sasaran amuk massa.
"Saya kan tenda (lapaknya), jadi enggak separah kios kebakar," ujarnya.
Artikel Terkait
Trump Tunjuk Calon Hawkish, Wall Street Langsung Berdarah
Gelombang Mundur di OJK, Empat Pucuk Pimpinan Serahkan Surat Pengunduran Diri
Mirza Adityaswara Lengser, Kursi Pucuk Pimpinan OJK Mendadak Kosong
Indonesia Jadi Magnet Investor Global di Tengah Badai Utang Negara Maju