katanya.
Nah, yang menarik, kapal ini sekaligus mengangkut sisa bantuan dari tahap sebelumnya. Sebanyak 41 truk dari tahap II dan 153 palet dari tahap pertama ikut diberangkatkan sekarang, setelah sebelumnya tertunda karena kapasitas angkut yang terbatas. Jadi, semuanya bisa terbawa dalam satu kali pelayaran.
Rencananya, KRI Makassar-590 akan berlabuh pertama kali di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang. Dari sana, bantuan akan diteruskan ke Sibolga dan akhirnya ke Aceh. Penyalurannya dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi dan logistik di masing-masing wilayah.
Sejauh ini, upaya pemerintah terhitung masif. Menurut Amran, bantuan yang sudah disalurkan sebelumnya mencapai 44.000 ton beras dan 6.000 ton minyak goreng, ditambah kebutuhan pokok lain. Nilainya sekitar Rp 1,2 triliun. Angka yang tidak kecil.
Di sisi lain, ada juga bantuan gotong royong senilai Rp 75 miliar. Dana ini dikumpulkan dari inisiatif pegawai Kementan bersama beberapa BUMN pangan. Sebuah bentuk kepedulian dari dalam.
“Ini adalah bentuk kolaborasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita. Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan cobaan bagi kita semua,”
tutup Amran. Kapal pun berangsur menjauh dari dermaga, membawa harapan dan bantuan nyata.
Artikel Terkait
Danantara Awasi Langkah Demutualisasi BEI, Siap Ambil Posisi?
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Lebih Murah di Jakarta
Pemerintah Pacu Likuiditas dan Buka Data Pemilik Saham demi Pikat Investor Global
Jeffrey Hendrik Ditunjuk Jadi Plt Dirut BEI Gantikan Iman Rachman