Tak cuma rights issue, CSIS juga punya paket tambahan. Mereka akan menerbitkan waran Seri I, sebanyak-banyaknya 52,28 juta unit. Dengan harga eksekusi Rp512 per waran, potensi dana dari instrumen ini bisa menyentuh Rp26,76 miliar.
Lantas, untuk apa saja dana segar yang terkumpul itu dialirkan? Sebagian besarnya, yakni Rp193,69 miliar, rencananya akan disetorkan sebagai modal ke anak usahanya, PT Bogorindo Cemerlang. Penggunaannya cukup beragam.
Mulai dari pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri Cikembar (Rp93 miliar) dan Bukit Panenjoan (Rp10 miliar), pembangunan gudang di Sentul yang bisa dijual atau disewa (Rp7 miliar), hingga pembebasan lahan untuk perluasan landbank di sekitar Cikembar senilai Rp83,69 miliar.
Sisa dana dari rights issue akan dipakai untuk operasional perusahaan. Biaya administrasi, gaji, dan keperluan rutin lainnya. Sementara, seluruh hasil dari penjualan waran Seri I juga akan dialokasikan untuk kebutuhan operasional yang serupa, termasuk biaya konsultan.
Rencana ini jelas menjadi langkah strategis CSIS untuk menguatkan struktur permodalan dan mendanai ekspansi bisnisnya ke depan.
Artikel Terkait
Pertemuan OJK-MSCI Tak Terganggu Meski Dirut BEI Mundur
Bank Mandiri Sulap Botol Parfum Bekas Jadi Gaya Hidup Baru di Perfume Pop Market
Trump Siapkan Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Sinyal Perubahan Kebijakan Makin Kuat
IHSG Pacu Kenaikan 97 Poin, Saham Tekstil Jadi Primadona di Akhir Pekan