Jakarta - Sektor pariwisata kita lagi jadi sorotan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penguatan pariwisata sebagai mesin penggerak ekonomi. Alasannya jelas: kontribusinya ke PDB Indonesia di tahun 2025 mencapai Rp945,7 triliun, atau hampir 4% dari total. Angka yang nggak main-main.
Pencapaian ini, tentu saja, didorong oleh membanjirnya wisatawan asing. Jumlahnya tembus 15,39 juta orang, naik lebih dari 10% dari tahun sebelumnya. Secara makro, sektor ini menyumbang devisa hingga USD18,91 miliar dan yang paling penting menjadi nafkah bagi lebih dari 25 juta pekerja. Jadi, urat nadinya ekonomi kita benar-benar bergantung di sini.
Namun begitu, cerita indah ini sedang diuji. Gejolak di Timur Tengah yang mengganggu konektivitas global jadi ancaman serius. Menurut proyeksi Kementerian Pariwisata, Indonesia berpotensi kehilangan 5.500 wisatawan mancanegara setiap harinya. Kalau dibiarkan, kerugian devisanya bisa mencapai Rp184,8 miliar per hari. Bayangkan!
Laporan terbaru dari InJourney Airports periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026 memberi gambaran nyata. Gangguan terjadi pada sembilan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai, mempengaruhi perjalanan hampir 47.012 penumpang. Tantangan makin runyam dengan melambungnya harga avtur. Situasinya memang kompleks.
Dalam keterangannya yang disampaikan secara daring, Senin (16/3/2026), Airlangga menekankan perlunya aksi cepat.
"Untuk itu, Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global, dan membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional," tuturnya.
Pernyataan itu disampaikan dalam Webinar Nasional bertajuk "Tourism Under Fire: Dampak Eskalasi Konflik Global terhadap Pariwisata", yang digelar Ikatan Alumni NHI Bandung.
Lalu, apa yang bisa dilakukan? Airlangga memaparkan sejumlah langkah. Pertama, memperluas kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Kajian World Travel and Tourism Council menunjukkan, sejak kebijakan BVK diberlakukan untuk 169 negara pada 2015, pertumbuhan wisatawan bisa mencapai 15% per tahun. Efek sampingnya positif banget: tercipta 400.000 lapangan kerja baru. Saat ini, pemerintah bahkan sudah mengidentifikasi 20 negara potensial lain untuk respons yang lebih cepat.
Di sisi lain, pasar domestik harus jadi jaring pengaman. Momentum libur lebaran bisa dimanfaatkan dengan maksimal lewat konsep "micro-tourism" yaitu, mengemas destinasi dalam radius perjalanan darat agar punya pengalaman yang mendalam. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan stimulus diskon transportasi dan kebijakan "Work From Anywhere" untuk Lebaran 2026 nanti.
Selain itu, negosiasi rute penerbangan internasional baru harus digenjot. Branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil juga perlu dikokohkan. Jangan lupa, ada peluang besar dari para "digital nomad". Wilayah seperti Jakarta, Kepulauan Riau, atau KEK Kura-Kura Bali bisa ditawarkan sebagai ekosistem kerja yang aman dan berteknologi tinggi untuk menarik talenta digital profesional.
Airlangga juga melihat sisi positif dari gejolak nilai tukar.
"Dengan gejolak nilai tukar saat ini, seharusnya menjadi potensi tersembunyi dalam menarik wisatawan karena mereka bisa mendapatkan nilai lebih dari uang yang mereka tukarkan. Untuk itu pemasaran yang menonjolkan Indonesia sebagai destinasi "high end" dengan harga terjangkau perlu digaris besarkan," ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi adalah kunci. Sinergi semua pihak akan menentukan ketahanan ekosistem pariwisata menghadapi dinamika global yang tak menentu. Justru dalam kondisi sulit ini, ada momentum untuk memperkuat pondasi struktural pariwisata nasional.
"Saya berharap forum ini dapat menghasilkan ide-ide strategis yang berdampak terhadap sektor pariwisata Indonesia. Mari kita pastikan pariwisata Indonesia tetap tangguh, resilien dan mampu beradaptasi menghadapi berbagai gejolak geopolitik global," pungkas Airlangga menutup paparannya.
(akn/ega)
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi