Pasar saham Indonesia memulai pekan ini dengan sentimen yang kurang bersahabat. IHSG ditutup melemah tipis 0,13 persen, atau sekitar 10,83 poin, ke level 8.649 pada perdagangan Senin (15/12/2024).
Kalau dilihat pergerakannya, suasana pasar terbilang cukup beragam. Dari total saham yang diperdagangkan, 340 saham berhasil naik. Namun, jumlah saham yang tertekan juga tidak sedikit, mencapai 329 emiten. Sementara itu, ada 132 saham lainnya yang harganya cenderung datar-datar saja, stagnan.
Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai. Volume saham yang berpindah tangan mencapai 58,20 miliar lembar. Nilai transaksinya pun besar, menembus angka Rp33,41 triliun, yang terjadi dalam lebih dari 3,5 juta kali transaksi.
Mayoritas sektor justru terperosok ke zona merah. Tekanan terberat datang dari sektor energi yang anjlok 3,45 persen. Infrastruktur dan bahan baku juga ikut terimbas, masing-masing turun 1,94 persen dan 1,40 persen. Sektor teknologi dan properti pun tak luput dari koreksi, dengan penurunan di bawah satu persen.
Di sisi lain, ada beberapa sektor yang justru menjadi penyelamat dan berhasil menahan laju pelemahan IHSG. Sektor kesehatan meroket dengan kenaikan fantastis 3,50 persen, diikuti sektor keuangan yang naik 2,20 persen. Sektor industri serta konsumen siklikal dan non-siklikal juga mencatatkan keuntungan, meski lebih moderat.
Artikel Terkait
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik
Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu per Gram dalam Sehari
Direktur BCA Borong Saham Rp2,1 Miliar di Tengah Kepanikan Pasar
Pefindo Beri Sinyal Hijau untuk DEWA, Tapi Ada Catatan di Baliknya