Setahun PGEO IPO, OJK Ungkap Strategi Pacu BUMN Lain ke Bursa

- Senin, 15 Desember 2025 | 06:00 WIB
Setahun PGEO IPO, OJK Ungkap Strategi Pacu BUMN Lain ke Bursa

JAKARTA – Sudah setahun lebih berlalu sejak PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) melantai di bursa. Sejak itu, tak ada lagi BUMN atau anak perusahaannya yang melakukan IPO. Lantas, bagaimana tanggapan otoritas?

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, buka suara. Menurutnya, kehadiran BUMN di pasar modal itu punya peran strategis. Bisa memperkuat likuiditas dan memperkaya pilihan instrumen investasi bagi publik.

“Untuk itu, OJK secara berkelanjutan melaksanakan program pendalaman pasar bersama SRO dan para pelaku pasar modal, seperti perusahaan efek,” ujar Inarno dalam keterangan tertulisnya.

Jadi, OJK tak tinggal diam. Mereka punya program rutin berupa sosialisasi dan diskusi intens dengan berbagai perusahaan, termasuk tentu saja BUMN dan anak perusahaannya. Tujuannya jelas: meningkatkan pemahaman soal proses IPO sekaligus mengidentifikasi titik-titik hambatan yang kerap menghadang.

Namun begitu, Inarno menegaskan satu hal penting.

“Namun demikian, keputusan untuk melakukan IPO sepenuhnya merupakan pertimbangan dan kebijakan bisnis masing-masing perusahaan. Peran OJK adalah memastikan proses berjalan secara profesional, transparan, serta melindungi kepentingan investor,” tegasnya.

Intinya, OJK ada sebagai fasilitator dan pengawas, bukan pemaksa. Soal kapan eksekusinya, itu kembali ke papan direksi dan kondisi internal perusahaan.

Kalau dirunut, sebenarnya cukup banyak juga BUMN yang sudah go public. Data terakhir menunjukkan ada 37 perusahaan, yang terdiri dari 14 BUMN langsung dan 23 anak usahanya. Enam di antaranya bahkan jadi penggerak utama IHSG. Tapi ya, pasar selalu menunggu kehadiran pemain baru.

Di sisi lain, BEI sendiri sebelumnya sudah angkat bicara. Menurut bursa, IPO BUMN itu memang sangat bergantung pada kesiapan internal perusahaan. Pihak BEI mengaku terus aktif memberikan dukungan dan edukasi, berharap langkah itu bisa mempercepat proses persiapan menuju pasar modal.

Jadi, meski belum ada yang baru muncul, dialog antara otoritas, bursa, dan kalangan BUMN sendiri tampaknya terus berjalan. Semua pihak paham potensinya besar. Tinggal menunggu momentum yang tepat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar