JAKARTA – Sudah setahun lebih berlalu sejak PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) melantai di bursa. Sejak itu, tak ada lagi BUMN atau anak perusahaannya yang melakukan IPO. Lantas, bagaimana tanggapan otoritas?
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, buka suara. Menurutnya, kehadiran BUMN di pasar modal itu punya peran strategis. Bisa memperkuat likuiditas dan memperkaya pilihan instrumen investasi bagi publik.
“Untuk itu, OJK secara berkelanjutan melaksanakan program pendalaman pasar bersama SRO dan para pelaku pasar modal, seperti perusahaan efek,” ujar Inarno dalam keterangan tertulisnya.
Jadi, OJK tak tinggal diam. Mereka punya program rutin berupa sosialisasi dan diskusi intens dengan berbagai perusahaan, termasuk tentu saja BUMN dan anak perusahaannya. Tujuannya jelas: meningkatkan pemahaman soal proses IPO sekaligus mengidentifikasi titik-titik hambatan yang kerap menghadang.
Namun begitu, Inarno menegaskan satu hal penting.
Artikel Terkait
Transkon Jaya Tarik Pinjaman Rp25 Miliar dari Induk Perusahaan
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik
Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu per Gram dalam Sehari
Direktur BCA Borong Saham Rp2,1 Miliar di Tengah Kepanikan Pasar