DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:50 WIB
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik

Langkah besar untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia kembali terjadi. PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) resmi bergabung dalam sebuah konsorsium yang bertujuan mengembangkan industri baterai EV di dalam negeri. Ini bukan sekadar wacana lagi.

Kerja sama strategis ini dipayungi oleh penandatanganan sebuah Framework Agreement pada 30 Januari 2026. Yang menarik, DAAZ tidak bergerak sendirian. Mereka diwakili oleh anak usahanya, Daaz Nexus Energy Limited, yang berjabat tangan dengan raksasa pertambangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI). Tak ketinggalan, ada juga HYD Investment Limited.

Siapa sebenarnya HYD Investment Limited? Entitas ini dibentuk oleh dua perusahaan global yang namanya cukup berpengaruh di dunia energi baru: Zhejiang Huayou Cobalt Co Ltd dan EVE Energy Co Ltd. Keduanya adalah pemain kunci dalam rantai pasokan material baterai. Kehadiran mereka memberi sinyal kuat tentang ambisi konsorsium ini.

Namun begitu, manajemen DAAZ menekankan bahwa semuanya masih dalam tahap paling awal. Perjanjian yang baru ditandatangani ini sifatnya masih berupa kerangka dasar. Artinya, belum ada kewajiban investasi yang final dan mengikat saat ini. Semuanya masih bisa berubah.

“Pelaksanaan kerja sama selanjutnya masih bergantung pada pemenuhan ketentuan prasyarat pendahuluan, serta perundingan dan penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif,”

Begitu penjelasan resmi dari manajemen DAAZ dalam keterbukaan informasi yang dirilis Jumat lalu. Mereka juga menegaskan bahwa setiap langkah ke depan akan dilakukan dengan sangat hati-hati, mengutamakan tata kelola perusahaan yang baik dan tentu saja, patuh pada semua aturan yang berlaku.

Singkatnya, untuk saat ini, penandatanganan ini belum berdampak apa pun pada operasional sehari-hari atau kondisi keuangan perusahaan. Jadi, ini lebih tentang menyiapkan panggung untuk sesuatu yang lebih besar di masa depan.

Sebagai catatan, DAAZ tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia. Inti bisnisnya adalah perdagangan besar untuk logam, bijih logam, dan mereka juga berperan sebagai perusahaan holding. Komoditas andalannya mencakup batu bara untuk pembangkit listrik, bijih nikel yang dijual ke smelter di Sulawesi, serta bahan bakar minyak jenis high speed diesel untuk kalangan industri seperti pertambangan dan transportasi.

Di sisi lain, reaksi pasar terhadap kabar ini cukup positif. Pada hari yang sama dengan pengumuman tersebut, Jumat (30/1/2026), saham DAAZ melonjak 11,01 persen ke level Rp3.730 per saham. Kenaikan ini seperti angin segar setelah dua hari sebelumnya sahamnya tertekan cukup dalam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar