Sepanjang tahun ini, peran kereta api dalam menggerakkan roda perekonomian ternyata makin kentara. Data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan, selama periode Januari hingga November 2025, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam kinerja angkutan barang mereka.
Angkanya? Tak tanggung-tanggung, KAI berhasil mengangkut 63,6 juta ton lebih barang. Kalau dibandingin dengan periode yang sama tahun lalu, yang 'cuma' 63 juta ton, jelas ada kenaikan. Ini bukan sekadar angka statistik belaka, tapi bukti bahwa kereta api tetap jadi tulang punggung distribusi logistik nasional yang tak tergantikan.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, punya pandangan menarik soal ini. Menurutnya, pertumbuhan ini mencerminkan sebuah pola.
"Kereta api bekerja setiap hari di balik layar kehidupan masyarakat. Setiap perjalanan membawa pasokan penting yang memastikan aktivitas ekonomi dan kebutuhan dasar tetap berjalan,"
Ujarnya dalam keterangan resmi yang diterbitkan Minggu (14/12) lalu. Bagi Anne, peningkatan ini tak lepas dari kebutuhan industri dan masyarakat akan moda transportasi yang punya jadwal pasti, efisien, dan kapasitas angkut besar.
Nah, kalau kita lihat lebih detail, komoditas yang paling mendominasi ternyata masih batu bara. Volume angkutnya mencapai 52,7 juta ton, atau kalau dipersenkan, nyaris 83% dari total barang yang diangkut. Angka itu naik sekitar 4% dari tahun sebelumnya, seiring dengan terus membubungnya kebutuhan pasokan energi.
Artikel Terkait
Udang di Piring Sekolah: Antara Gizi, Logistik, dan Masa Depan Petambak
IHSG Terkapar, Saham AIMS Anjlok Hampir 50% di Pekan Mencekam
Joki Gagal Bayar: Solusi Ajaib atau Jerat Data dan Utang Berlipat?
Pasar Modal Bergejolak Usai Mundurnya Petinggi BEI dan OJK