BWPT Gelontorkan Rp210 Miliar Obligasi Berkelanjutan, Sasar Refinancing dan Operasional

- Rabu, 10 Desember 2025 | 09:25 WIB
BWPT Gelontorkan Rp210 Miliar Obligasi Berkelanjutan, Sasar Refinancing dan Operasional

Eagle High Plantations (BWPT) kembali membuka keran pendanaan. Kali ini, melalui penerbitan obligasi berkelanjutan tahap ketiga di tahun 2025, dengan target maksimal Rp210 miliar. Ini bukan hal baru sebenarnya, karena aksi korporasi ini melanjutkan program sebelumnya yang punya target total Rp400 miliar.

Yang menarik, penawaran kali ini dibagi dalam dua seri dengan karakter berbeda. Untuk seri A, nilai pokoknya sekitar Rp46,91 miliar. Bunganya fixed di 9,75% per tahun, tapi tenornya relatif pendek, cuma 370 hari.

Di sisi lain, seri B jauh lebih besar, senilai Rp125 miliar lebih. Imbal hasilnya lebih tinggi, 11% per tahun, dengan jangka waktu tiga tahun. Jadi, ada pilihan bagi investor yang cari keuntungan cepat atau yang mau menanamkan dananya lebih lama.

Menurut prospektus yang dirilis Rabu (10/12/2025), pembayaran kupon bunga ini akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Rutenya sudah jelas.

Lalu, untuk apa dana segar ini digunakan? Manajemen punya dua tujuan utama. Sebagian besar, sekitar Rp180 miliar, rencananya akan dipakai untuk menyuntikkan modal ke anak perusahaan. Nantinya, uang itu akan dipakai bayar utang bank istilah kerennya refinancing.

Sisanya, sekitar Rp30 miliar, bakal diputar untuk kebutuhan operasional. Mulai dari beli tandan buah segar, minyak sawit, sampai keperluan sehari-hari seperti pupuk, energi, dan biaya overhead lainnya. Intinya, untuk menjaga roda usaha tetap berputar.

Jadwalnya sudah ditetapkan. Masa penawaran buat umum berlangsung mulai 22 hingga 30 Desember 2025. Kalau tertarik, catat tanggalnya. Penjatahan obligasi dilakukan awal Januari 2026, tepatnya tanggal 2. Distribusi elektronik menyusul empat hari kemudian, dan obligasinya sendiri rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Januari 2026.

Soal risiko, obligasi ini sudah dapat peringkat idA- dari PEFINDO. Peringkat itu berlaku sampai 1 Juli 2026. Bisa dibilang, ini masuk kategori investasi dengan risiko menengah.

Untuk urusan teknis, BWPT menggandeng sejumlah pihak. PT KB Valbury Sekuritas dan PT BNI Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi. Sementara penjamin emisi obligasinya adalah PT Aldiracita Sekuritas Indonesia. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) bertindak sebagai wali amanat, yang menjaga kepentingan investor.

Begitulah langkah BWPT kali ini. Mencari dana segar di penghujung tahun, untuk membenahi struktur utang sekaligus mengisi tenaga bagi operasional di tahun depan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar