Di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Senayan, Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan target ambisiusnya. Pemerintah mengejar penerimaan dari bea keluar untuk dua komoditas: emas dan batu bara. Angkanya? Capai Rp 23 triliun di tahun depan.
"Emas Rp 3 triliun setahun. Batu bara Rp 20 triliun," ujar Purbaya dalam rapat kerja itu.
Namun begitu, realisasinya bertahap. Untuk APBN 2026, hanya kontribusi dari emas yang sudah diakomodasi. Sementara itu, penerimaan dari batu bara belum dimasukkan ke dalam anggaran. Soalnya, tarifnya masih jadi bahan perdebatan dan diskusi yang alot.
Langkah ini, bagi Purbaya, adalah gerakan pembuka. Tujuannya jelas: menambal defisit anggaran yang selama ini menganga.
"Ini langkah pertama untuk menutup defisit dulu, mengurangi defisit kita," tegasnya.
Artikel Terkait
Harga Pangan di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil
MSCI Bekukan Perubahan Indeks, IHSG Tergelincir 7 Persen
IHSG Terguncang 8% Usai MSCI Bekukan Rebalancing Indeks
BEI Siap Lepas Status Eksklusif, Targetkan Go Public 2026