Lalu, sisanya dibagikan ke empat penjamin lain. CLSA Sekuritas memperoleh 142,4 juta saham (Rp90 miliar), Sucor Sekuritas dapat 20,2 juta saham (Rp13 miliar). Sementara Bahana Sekuritas dan Korea Investment and Sekuritas Indonesia masing-masing mendapat jatah 647.300 saham, setara Rp411 juta.
Harga per sahamnya sendiri ditetapkan di angka Rp635. Angka ini berada di atas batas tengah rentang book building sebelumnya, yaitu Rp525 sampai Rp695. Menurut rencana, periode penawaran untuk publik akan dibuka besok dan berakhir pada 15 Desember 2025.
Setelah itu, proses penjatahan dan distribusi efek akan berlangsung berurutan pada tanggal 15 dan 16 Desember. Jika semua berjalan mulus, saham Superbank akan resmi tercatat dan diperdagangkan di BEI mulai 17 Desember 2025. Tinggal hitungan hari.
Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Laba Bersih ADMR Anjlok 38% pada 2025 Meski Ekuitas Menguat
IHSG Naik 1,41%, Saham Bank Artha Graha (INPC) Melonjak 32,67%
IHSG Melonjak 1,41% ke 7.440,91 Didorong Aksi Beli Luas
Progres Jalan West Residence IKN Lampaui Target, Capai 65,8 Persen