Haru dan Doa: 117 Nasabah PNM Mekaar Berangkat Umrah, Bawa Harapan untuk Korban Bencana Sumatera

- Selasa, 09 Desember 2025 | 08:06 WIB
Haru dan Doa: 117 Nasabah PNM Mekaar Berangkat Umrah, Bawa Harapan untuk Korban Bencana Sumatera

Keberangkatan itu diwarnai haru. Sebanyak 117 nasabah PNM Mekaar, penerima reward Umrah dan perjalanan ke Hong Kong, akhirnya melangkah menuju perjalanan yang mereka nantikan. Namun, di balik tumpukan rasa syukur dan sukacita, ada beban lain yang ikut mereka bawa: doa tulus untuk saudara-saudara di Sumatera yang sedang berjuang bangkit dari bencana.

Nursakinah, misalnya. Perempuan asal Kabanjahe ini untuk pertama kalinya dalam hidupnya akan menjejakkan kaki di Tanah Suci. Sebuah pengalaman yang dulu mungkin hanya jadi angan.

"Terima kasih kepada PNM yang sudah memberi kesempatan ini," ujarnya.

Suaranya lirih namun penuh keyakinan. "Saya ingin membawa doa untuk saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang tertimpa musibah. Saya juga mau mendoakan anak saya yang sekolah di Panyabungan supaya bisa segera saya kunjungi. Semoga masyarakat di sana diberikan kekuatan."

Bagi mereka, reward ini jelas bukan sekadar tiket perjalanan biasa. Ini adalah ruang sunyi. Sebuah kesempatan langka untuk memanjatkan segala harapan keluarga dan doa-doa yang selama ini tersimpan rapat di dalam hati. Dan di depan Ka'bah, doa-doa itu terasa lebih dekat, lebih tulus mengalir.

Di sisi lain, bagi PNM, momen seperti ini punya makna yang lebih dalam. Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, melihatnya sebagai esensi sebenarnya dari pemberdayaan.

"Kami percaya bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang usaha, tapi juga tentang hati yang saling menjaga," jelas Dodot.

"Doa yang dibawa para nasabah ke Tanah Suci menunjukkan betapa kuatnya ikatan komunitas Mekaar. Kebahagiaan memang selalu terasa lebih penuh saat kita saling menguatkan," tambahnya.

Pada akhirnya, perjalanan ini adalah bukti. Sebuah cerita tentang bagaimana langkah-langkah kecil dari rumah-rumah sederhana di desa bisa membawa seseorang hingga ke tanah suci di Makkah. Kekuatan itu terus tumbuh, bersamaan dengan setiap doa yang dipanjatkan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini