Wall Street Tahan Napas, Pasar Merah Menunggu Keputusan The Fed

- Selasa, 09 Desember 2025 | 05:48 WIB
Wall Street Tahan Napas, Pasar Merah Menunggu Keputusan The Fed

Suasana hati investor di Wall Street tampak ragu-ragu di awal pekan. Pasar saham ditutup di zona merah pada Senin (8/12), dengan para pelaku pasar memilih untuk menahan napas. Mereka menunggu keputusan suku bunga The Fed yang bakal keluar dalam hitungan hari.

Indeks Dow Jones terpangkas 208,31 poin, atau sekitar 0,45 persen, ke level 47.740,99. Sementara itu, S&P 500 turun 0,33 persen ke 6.847,84. Nasdaq relatif lebih tahan, cuma melemah tipis 0,12 persen ke 23.549,62, seperti dilaporkan Reuters.

Hampir semua sektor di S&P 500 ikut merosot. Ini jelas mencerminkan sikap waspada yang meluas. Padahal, data belanja konsumen yang moderat pekan lalu sempat menguatkan harapan untuk pemotongan suku bunga di Desember. Tapi rupanya, itu belum cukup.

Ketidakpastian masih menggantung. Pertemuan The Fed kali ini disebut-sebut bakal jadi salah satu yang paling alot dalam beberapa tahun belakangan. Itu yang bikin banyak orang enggan bergerak.

"Pasar akan kesulitan menemukan arah yang jelas, setidaknya sampai pertemuan Fed selesai," kata Carol Schleif, chief market strategist di BMO Private Wealth.

Sentimen pasar memang terbelah. Di satu sisi, alat pantau CME FedWatch menunjukkan probabilitas hampir 89 persen untuk pemotongan 25 basis poin di hari Rabu. Tapi di sisi lain, ada faktor lain yang ikut membebani.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, misalnya, turut menekan sentimen. Lonjakan yield itu terjadi tak lama setelah gempa kuat mengguncang Jepang, yang menambah nuansa ketegangan global.

Di tengah semua itu, ada juga drama korporasi yang menarik perhatian. Paramount Skydance secara mengejutkan mengajukan tawaran permusuhan senilai 108,4 miliar dolar AS untuk membeli Warner Bros Discovery. Langkah ini dilihat sebagai upaya serius untuk menyaingi Netflix.

Reaksinya? Saham Warner Bros dan Paramount langsung meroket. Sebaliknya, saham Netflix melemah dan ikut menyeret sektor komunikasi di S&P 500 ke bawah.

Meski begitu, bukan berarti tak ada penopang. Sektor teknologi masih menunjukkan ketangguhan dengan penguatan dari raksasa seperti Microsoft dan Nvidia. Broadcom juga ikut menguat, meski investor masih mengamati laporan kinerjanya pekan ini. Ada kekhawatiran bahwa euforia proyek AI masih banyak dibiayai utang, dan itu berisiko.

Ada juga pergerakan menarik dari daftar saham S&P 500. Marvell Technology tersingkir dan digantikan oleh perusahaan penjual mobil bekas, Carvana. Saham Carvana langsung melesat usai pengumuman itu, sementara Marvell tertekan.

Berita akuisisi juga menggembirakan pemegang saham Confluent. Sahamnya meroket setelah IBM mengumumkan rencana pembelian dengan harga sekitar 11 miliar dolar AS. Tapi, tidak semua cerita berakhir manis. Tesla ditutup melemah setelah analis Morgan Stanley memberikan pandangan yang kurang optimis terhadap masa depannya.

Jadi, Senin kemarin benar-benar hari yang penuh pertimbangan. Investor seperti sedang mengumpulkan informasi, menimbang-nimbang setiap berita, sebelum akhirnya memutuskan langkah berikutnya setelah The Fed berbicara.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar