Di tengah semua itu, ada juga drama korporasi yang menarik perhatian. Paramount Skydance secara mengejutkan mengajukan tawaran permusuhan senilai 108,4 miliar dolar AS untuk membeli Warner Bros Discovery. Langkah ini dilihat sebagai upaya serius untuk menyaingi Netflix.
Reaksinya? Saham Warner Bros dan Paramount langsung meroket. Sebaliknya, saham Netflix melemah dan ikut menyeret sektor komunikasi di S&P 500 ke bawah.
Meski begitu, bukan berarti tak ada penopang. Sektor teknologi masih menunjukkan ketangguhan dengan penguatan dari raksasa seperti Microsoft dan Nvidia. Broadcom juga ikut menguat, meski investor masih mengamati laporan kinerjanya pekan ini. Ada kekhawatiran bahwa euforia proyek AI masih banyak dibiayai utang, dan itu berisiko.
Ada juga pergerakan menarik dari daftar saham S&P 500. Marvell Technology tersingkir dan digantikan oleh perusahaan penjual mobil bekas, Carvana. Saham Carvana langsung melesat usai pengumuman itu, sementara Marvell tertekan.
Berita akuisisi juga menggembirakan pemegang saham Confluent. Sahamnya meroket setelah IBM mengumumkan rencana pembelian dengan harga sekitar 11 miliar dolar AS. Tapi, tidak semua cerita berakhir manis. Tesla ditutup melemah setelah analis Morgan Stanley memberikan pandangan yang kurang optimis terhadap masa depannya.
Jadi, Senin kemarin benar-benar hari yang penuh pertimbangan. Investor seperti sedang mengumpulkan informasi, menimbang-nimbang setiap berita, sebelum akhirnya memutuskan langkah berikutnya setelah The Fed berbicara.
Artikel Terkait
Airlangga Manfaatkan Panggung Davos untuk Pikat Raksasa Digital AS
Amran Beri Sinyal Tegas: Harga Pangan Ramadan 2026 Tak Boleh Naik Sembarangan
Analis: Spekulasi MSCI Berlebihan, IHSG Tertekan Tanpa Alasan Kuat
Dari Hotel Mewah ke Lapak Manggarai: Kisah Kloset Bekas yang Disulap Kembali Kinclong