Targetnya, semua tahap commissioning ini tuntas sebelum tahun baru. Jika sesuai rencana, irigasi reagen pertama bisa dilakukan awal Januari 2026. Itu adalah langkah terakhir sebelum produksi emas benar-benar dimulai.
"Kemajuan fasilitas ADR ini tonggak penting," tegas Boyke. "Kami yakin masih di jalur yang tepat untuk mencapai gold pour pertama di awal 2026. Dengan pendanaan yang kuat, eksekusi disiplin, dan komitmen ESG, Pani akan jadi kontributor utama bagi Merdeka Group dan produksi emas nasional."
Memang, hingga akhir September 2025, progres konstruksi infrastruktur utama tambang ini sudah mencapai 83%. Heap leach pad, fasilitas pengolahan bijih, dan pabrik ADR hampir seluruhnya selesai. Kegiatan penambangan sendiri sudah dimulai sejak 1 Oktober, didukung pasokan listrik 150 kV dari PLN yang berasal dari energi terbarukan.
Tambang Emas Pani ini bukan proyek kecil. Ia disebut-sebut sebagai salah satu sumber daya emas primer terbesar di Indonesia, dengan cadangan bijih mencapai 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ounces emas. Operasinya dirancang bertahap. Tahap pertama pakai metode heap leach dengan kapasitas 7 juta ton bijih per tahun. Nantinya, akan dilanjutkan dengan proses Carbon-in-Leach (CIL) yang ditargetkan beroperasi tahun 2028.
Pada puncak kapasitasnya nanti, tambang ini diperkirakan sanggup memproduksi hingga 500.000 ounce emas setiap tahun. Angka yang fantastis. Semua kini bergantung pada eksekusi akhir menuju target produksi perdana di kuartal pertama tahun depan.
Artikel Terkait
WAPO Melonjak 34% di Tengah Amukan Bearish IHSG
Panic Selling Guncang Bursa, Ancaman Degradasi Pasar dari MSCI Jadi Pemicu
IHSG Tergelincir 7,35%, Pasar Modal Indonesia Diguyur Aksi Jual Panik
MSCI: Pemicu Saham Melambung atau Anjlok, Begini Cara Kerjanya