Kekerasan di sekolah sepertinya tak kunjung reda. Baru-baru ini, publik dihebohkan video viral yang menunjukkan seorang pria bertugas di sekolah, wajahnya berdarah. Narasi yang beredar menyebutnya sebagai guru yang dipukuli murid. Ternyata, ceritanya tak persis begitu.
Menurut AKP Sapri, Kasi Humas Polres Luwu Utara, korban bukanlah guru.
"Bukan guru, tapi Satpam di SMPN 1 Baebunta Selatan,"
jelasnya. Korban bernama Arpan Lisman (28), sementara pelaku adalah seorang siswa berinisial MY yang masih 16 tahun.
Semuanya berawal dari jam pelajaran yang masih berlangsung. MY ketahuan nongkrong di rumah warga, cuma seratus meter dari sekolah. Arpan, sang satpam, yang mengetahuinya lalu mendatangi si murid dan mengantarnya kembali ke kelas. Rasanya urusan selesai.
Namun, tak lama berselang, MY mendatanginya lagi. Kali ini dengan emosi meluap. Tanpa banyak basa-basi, siswa itu menghajar Arpan hingga babak belur.
“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah,"
tambah AKP Sapri. Arpan pun melaporkan penganiayaan ini ke polisi untuk ditindaklanjuti.
Video itu sendiri beredar luas di Instagram, diunggah oleh akun @fakta.indo. Dalam sehari, tayangannya sudah mencapai puluhan ribu. Warganet pun ramai-ramai memberi komentar, kebanyakan mengecam keras aksi si pelaku.
Ini bukan kasus pertama. Sebelumnya, di Jambi, seorang guru SMK juga dikeroyok murid-muridnya sendiri. Pemicunya sepele: sang guru, Agus Saputra, menampar seorang siswa yang dianggap berkata kasar. Murid-murid lain yang melihatnya lalu balik mengeroyok sang guru, yang mereka anggap arogan.
Dua kasus ini, meski detailnya berbeda, punya benang merah yang sama: eskalasi kekerasan yang cepat dan memprihatinkan di lingkungan yang seharusnya aman. Polisi masih mendalami kasus di Luwu Utara ini. Sementara itu, di media sosial, gelombang keprihatinan terus mengalir.
Artikel Terkait
Menteri Pertanian Beri Bantuan Pribadi untuk Mahasiswa Papua yang Orang Tuanya Lumpuh Usai Debat soal Cetak Sawah
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
196 Kontingen Sulsel Diberangkatkan ke Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat
Harga Emas Antam Stabil di Rp2,729 Juta per Gram, Buyback Tak Berubah