tegasnya.
Untuk saat ini, kabar baiknya adalah belum ada laporan serius dari pabrik-pabrik soal gangguan produksi. Tapi jangan salah, kondisi ini tetap rentan. Dampak banjir kan luas, efek berantainya bisa tiba-tiba muncul.
Lalu, soal kerugian? Angka pastinya masih gelap. Belum ada sumber resmi yang bisa memberikan hitungan yang akurat.
pungkas Sarman.
Jadi, meski air mungkin mulai surut, gelombang masalah ekonominya bisa saja baru akan datang.
Artikel Terkait
Tambang Emas Martabe Beralih ke BUMN Baru di Bawah Danantara
Merger Tiga Anak Usaha Pertamina Mundur ke Februari 2026
Di Balik IHSG Anjlok 8%, BEI Tegaskan Minat IPO Tak Surut
Indonesia Dapat Deadline 2026 dari MSCI, Ancaman Turun Peringkat Mengintai