Di sisi lain, Tito Sulistio yang hadir sebagai pembicara memberi penekanan berbeda. Dia bicara soal peran strategis pasar modal dalam konstelasi ekonomi yang lebih luas.
Pandangan lain datang dari Karaeng Raja Adjie, yang ditunjuk sebagai Ketua BASNOM. Dia mencoba meluruskan persepsi. Menurutnya, jangan memisahkan secara kaku antara sektor finansial dan sektor riil. Keduanya bisa saling menguatkan.
Dia berargumen, ketika seorang pengusaha melek pasar modal dan bisa membaca tren ekonomi, itu akan jadi fondasi yang kokoh untuk strategi jangka panjang.
Lalu, apa target ke depannya? BASNOM ini ingin meningkatkan jumlah anggota HIPMI Jaya yang terjun ke pasar modal. Tak cuma jumlah, tapi juga kecerdasan finansial mereka, khususnya dalam hal pendanaan. Karaeng optimis, kehadiran BASNOM akan mempercepat dan merapikan langkah para pengusaha muda itu untuk terlibat di bursa.
Jadi, geraknya sudah dimulai. Tinggal nanti hasilnya seperti apa.
Artikel Terkait
Emas: Pelindung Nilai yang Tak Lekang oleh Gejolak Ekonomi
PPGL Lepas Kepemilikan di JAYA Senilai Rp44,6 Miliar ke Tangan Pengendali
Kenaikan Tarif Commuter Line Masih Digodok, KCI Tunggu Keputusan Pemerintah
JAST dan MPIX Melonjak 34%, Saham Tekstil ESTI Tersungkur Meski Sempat Diangkat Sentimen BUMN