Di sisi lain, WSBP tak cuma berharap pada relaksasi ini. Fandy memaparkan, perusahaan tetap fokus pada hal-hal fundamental. Memperkuat pangsa pasar, misalnya, dengan memburu proyek-proyek berkualitas. Mereka juga terus mengembangkan produk beton precast dan readymix yang inovatif. Sebagai anak usaha Waskita Karya, optimasi layanan jasa konstruksi di berbagai wilayah operasional juga terus digenjot.
Fandy menjelaskan, pengajuan waiver tadi sebenarnya adalah langkah korporat yang disengaja. Tujuannya jelas: menyediakan ruang gerak yang optimal. Dengan begitu, program pemulihan kinerja selama dua tahun ke depan (2025–2026) bisa dijalankan tanpa beban berlebihan.
Perseroan menilai fleksibilitas semacam ini amat penting. Strategi penguatan struktur bisnis dan seleksi proyek yang ketat harus bisa berjalan. Semuanya demi satu tujuan: mencapai normalisasi kinerja keuangan yang berkelanjutan dan sehat.
"Komitmen yang dibuat bersama Pemegang Obligasi dalam RUPO ini ditujukan untuk memberikan ruang keberlanjutan usaha agar program pemulihan kinerja Perseroan dapat berjalan secara optimal,"
tutup Fandy.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Kontak Rahasia Iran-AS dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham
Kontak Rahasia Iran ke CIA dan Janji Trump Pengaruhi Pasar Saham AS
Saham AS Beragam di Tengah Upaya Redam Ketegangan Iran dan Janji Trump
Pasar Saham AS Campur Aduk di Tengah Kontak Rahasia Iran dan Gejolak Minyak