Soal oknum nakal, Djaka berjanji tak akan main-main. Pegawai yang kedapatan melanggar akan ditindak tegas melalui proses yang berlaku, baik oleh unit kepatuhan internal maupun Kementerian Keuangan. Prinsipnya, tak ada tempat bagi mereka yang ‘makan gaji buta’.
Hilangkan Stigma ‘Sarang Pungli’
Djaka menyadari betul, citra Bea Cukai di mata masyarakat masih kerap dikaitkan dengan pungutan liar. Itulah yang sekarang coba dibongkar pelan-pelan. Menurutnya, upaya perbaikan ini sejalan dengan dorongan Menkeu Purbaya dan mutlak membutuhkan dukungan publik.
“Ya mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan. Kami memohon dukungan dari masyarakat untuk mendukung bagaimana kita ke depannya menjadi lebih baik,” paparnya.
Sepanjang setahun terakhir, arahan Menkeu memang lebih banyak terfokus pada peningkatan kualitas SDM dan peralatan. Wacana pembekuan sendiri sebelumnya memang sempat mencuat. Purbaya mengungkapkan, kinerja Bea Cukai dinilai kurang memuaskan, baik oleh pimpinan negara maupun masyarakat.
Namun begitu, Purbaya konon sudah meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi institusi ini. Taruhannya cukup besar: nasib sekitar 16.000 karyawan yang bisa terancam jika Ditjen Bea Cukai benar-benar dibekukan.
Tekanan itu kini jelas terasa di pundak Djaka dan jajarannya. Tinggal menunggu waktu, apakah komitmen perbaikan yang digaungkan bisa benar-benar mengubah wajah institusi yang satu ini.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025
MNC Tourism Pacu Pengembangan KEK Lido City Seluas 3.000 Hektare