"Tujuan didirikannya NINL ini merupakan kelanjutan upaya Perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha melalui entitas-entitas yang terkendali sepenuhnya oleh UNTR,"
Demikian penjelasan resmi dari manajemen dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu lalu, 3 Desember 2025.
Soal kepemilikan, komposisinya cukup unik. DTN memegang saham mayoritas, tepatnya 99,90 persen. Sementara itu, EPN menguasai sisa sahamnya, yaitu 0,10 persen. Meski terdengar besar, penyertaan modal ini disebut-sebut tidak akan mengguncang operasional maupun kondisi keuangan UNTR dalam waktu dekat. Dampaknya dianggap tidak material.
Jadi, inilah langkah baru UNTR. Dari gurita alat berat, mereka kini merambah ke dunia pengolahan mineral. Waktulah yang akan membuktikan bagaimana langkah strategis ini berjalan.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak