Lain lagi dengan CPO atau minyak kelapa sawit. Performanya cukup impresif, melesat hingga 1,64 persen. Kenaikan itu membawa harga ke posisi MYR 4.160 per ton.
Namun begitu, logam-logam industri justru banyak yang tertekan. Nikel, misalnya, harganya terpantau melemah hampir satu persen tepatnya 0,91 persen. Akhir perdagangan, logam ini berada di angka USD 14.740 per ton.
Sementara itu, nasib serupa dialami timah. Berdasarkan catatan London Metal Exchange (LME), harganya turun tipis 0,24 persen. Penurunan itu membuatnya bertengger di level USD 39.040 per ton. Jadi, pasar komoditas kemarin benar-benar menunjukkan dua wajah yang berbeda.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025
MNC Tourism Pacu Pengembangan KEK Lido City Seluas 3.000 Hektare