Wall Street kembali mencatatkan kenaikan di penutupan perdagangan Selasa waktu setempat. Sentimen pasar tampaknya diwarnai oleh harapan yang kian membesar bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga acuan.
Menurut pantauan hingga pukul 16.00 ET, Dow Jones merangkak naik 185 poin atau sekitar 0,4%. Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 0,2% dan Nasdaq Composite unggul lebih jauh dengan kenaikan 0,6%.
Fokus utama investor jelas tertuju pada pertemuan Federal Reserve minggu depan. Ekspektasi pemotongan suku bunga menguat setelah data manufaktur AS dari Institute for Supply Management dirilis. Angkanya menunjukkan pelemahan yang lebih dalam dari perkiraan sebuah sinyal yang ditanggapi pasar sebagai alasan kuat bagi The Fed untuk bertindak.
“Prakiraan kami tentang pemangkasan tambahan tahun depan disebabkan oleh perubahan kepemimpinan, bukan prediksi kami terhadap perekonomian,”
Demikian penjelasan analis BofA Global Research dalam sebuah catatan klien. Mereka sebelumnya sudah memprediksi pemotongan 25 basis poin di Desember. Namun kini, mereka menambahkan proyeksi dua pemotongan lagi di pertengahan 2026. Jika itu terjadi, suku bunga terminal bisa menyentuh kisaran 3,00%-3,25%.
Memang, ada angin lain yang turut mendorong pergerakan ini. Data inflasi yang mulai mereda dan pernyataan beberapa pejabat senior The Fed ikut memberi isyarat: penurunan suku bunga mungkin lebih cepat dari yang semula dibayangkan.
Namun begitu, suasana tak sepenuhnya pasti. Prospek pergantian kepemimpinan di Fed menciptakan awan ketidakpastian tersendiri. Masa jabatan Jerome Powell berakhir tahun depan, dan Gedung Putih dikabarkan sedang mempertimbangkan sejumlah nama pengganti. Situasi ini pasti akan jadi perhatian serius para pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Jadi, meski hari ini pasar bergerak hijau didorong harapan akan suku bunga yang lebih rendah, jalan di depan masih menyimpan sejumlah tanda tanya. Semuanya kembali pada keputusan Fed minggu depan dan bagaimana transisi kepemimpinan nanti akan dijalankan.
Artikel Terkait
Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
ADMR Bagikan Dividen USD 120 Juta untuk Tahun Buku 2025
Analis Proyeksi Laba Bersih BULL Melonjak 688% di Tengah Konflik Timur Tengah
BEI Catat 16 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Aset Besar dan Sektor Kesehatan