Chairman maskapai, Sami Al Harbi, melihat kehadiran mereka sebagai investasi besar.
“Mukhtara Air adalah komitmen investasi besar kami di Indonesia,” ujar Sami Al Harbi. “Kami ingin menghadirkan standar layanan full service berkelas internasional bagi para jemaah dan penumpang umum.”
Perusahaan induknya, Manazil Al Mukhtara Company, memang sudah punya nama di sektor layanan haji, umrah, dan perhotelan di Madinah. Ini seperti langkah logis untuk memperluas bisnisnya.
Rencana rutenya sudah mulai tergambar. Airbus A330 nantinya akan difokuskan untuk rute internasional, terutama ke kota-kota suci seperti Madinah dan Makkah. Bahkan, ada wacana membuka rute ke Thaif dalam waktu dekat.
Sementara itu, si Airbus A320 akan bertugas melayani rute domestik. Fungsinya sebagai feeder atau pengumpan penumpang untuk penerbangan internasional mereka. Pesawat A320 pertama yang tiba di Jakarta itu punya 152 kursi 8 kelas bisnis dan 144 ekonomi.
Jadi, meski sertifikat awalnya sudah ada, jalan Mukhtara Air untuk benar-benar terbang masih panjang. Semua mata kini tertuju pada penyelesaian fase-fase sertifikasi terakhir dan kesiapan armadanya.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025
MNC Tourism Pacu Pengembangan KEK Lido City Seluas 3.000 Hektare