Di sisi lain, komitmen untuk memperluas jaringan transportasi publik di Bandung juga ditegaskan, dengan integrasi layanan yang diharapkan bisa merambah hingga Karawang.
Selain kereta kilat, ada juga rencana pengembangan kereta wisata. Namanya Jakalalana, yang akan melayani rute Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur.
"Kereta pariwisata Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur, namanya Jakalalana," ujar Dedi.
Nah, selain kedua kereta tadi, ada satu moda transportasi lagi yang cukup unik. Kereta api Tani Mukti, begitulah namanya. Konsepnya spesifik: mendukung angkutan hasil pertanian dan perdagangan dari wilayah Jabar menuju Jakarta, Cirebon, dan Banjar.
Tak ketinggalan, pengembangan kereta listrik Padalarang-Cicalengka juga dapat dukungan. Tujuannya jelas, untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memudahkan mobilitas harian warga. Sedang dikaji juga nih, pengembangan rute Nambo-Citayam. Lumayan kan, pilihannya jadi makin banyak.
Artikel Terkait
Badai Matahari Paksa Airbus Perbaiki 6.000 Pesawat, AS Krisis Pelaut Meski Gaji Rp 3,3 M
Menteri Keuangan Jepang Siap Turun Tangan, Ancang-ancang Intervensi untuk Selamatkan Yen
Ekonomi Kanada Terselamatkan oleh Ekspor Minyak yang Melonjak
OPMS Melejit 11%, Pasar Dihinggapi Rumor Akuisisi Jelang RUPS