Pasar valas kembali diguncang gejolak. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, angkat bicara pada Minggu (30/11/2025) mengenai situasi ini. Menurutnya, fluktuasi liar yang terjadi belakangan, terutama pelemahan tajam yen, sama sekali tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian.
"Kami punya posisi untuk mengeluarkan peringatan terhadap hal-hal seperti itu," tegas Katayama dalam sebuah acara bincang-bincang di Fuji Television.
Dia tak berhenti di situ. Katayama dengan jelas menegaskan bahwa intervensi di pasar mata uang tetap menjadi opsi yang terbuka. Opsi itu akan dipertimbangkan jika pergerakan yen dinilai sudah keterlaluan fluktuatif dan didorong oleh spekulasi semata.
Pernyataan ini sebenarnya punya landasan. Ia sejalan dengan kesepakatan bersama Jepang dan AS yang dinyatakan pada September lalu, yang intinya menyebutkan nilai tukar seharusnya ditentukan oleh mekanisme pasar. Namun begitu, tampaknya ada batasan yang tak boleh dilampaui.
Artikel Terkait
Waktu Tempuh Jakarta-Bandung Dipangkas Jadi Hanya Satu Setengah Jam
Ekonomi Kanada Terselamatkan oleh Ekspor Minyak yang Melonjak
OPMS Melejit 11%, Pasar Dihinggapi Rumor Akuisisi Jelang RUPS
Kemenekraf dan Kadin Siap Garap Tujuh Lumbung Ekonomi Kreatif