Menariknya, sepanjang pekan lalu, sentimen pasar justru dipenuhi antisipasi akan intervensi Tokyo untuk menahan laju pelemahan yen. Alih-alih terus melemah, mata uang negeri sakura itu justru menunjukkan stabilitasnya.
Kini, semua mata tertuju pada pidato Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, yang dijadwalkan pada Senin (1/12/2025). Pidatonya akan disorot ketat untuk mencari petunjuk, sekecil apapun, mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga dalam pertemuan bulan Desember nanti.
Keputusan untuk menaikkan suku bunga, jika benar terjadi, tentu akan menjadi angin segar bagi yen. Langkah itu diprediksi akan membantu mengerek nilai tukarnya terhadap dolar AS, memberikan sedikit kelegaan.
Artikel Terkait
Waktu Tempuh Jakarta-Bandung Dipangkas Jadi Hanya Satu Setengah Jam
Ekonomi Kanada Terselamatkan oleh Ekspor Minyak yang Melonjak
OPMS Melejit 11%, Pasar Dihinggapi Rumor Akuisisi Jelang RUPS
Kemenekraf dan Kadin Siap Garap Tujuh Lumbung Ekonomi Kreatif