Menariknya, sepanjang pekan lalu, sentimen pasar justru dipenuhi antisipasi akan intervensi Tokyo untuk menahan laju pelemahan yen. Alih-alih terus melemah, mata uang negeri sakura itu justru menunjukkan stabilitasnya.
Kini, semua mata tertuju pada pidato Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, yang dijadwalkan pada Senin (1/12/2025). Pidatonya akan disorot ketat untuk mencari petunjuk, sekecil apapun, mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga dalam pertemuan bulan Desember nanti.
Keputusan untuk menaikkan suku bunga, jika benar terjadi, tentu akan menjadi angin segar bagi yen. Langkah itu diprediksi akan membantu mengerek nilai tukarnya terhadap dolar AS, memberikan sedikit kelegaan.
Artikel Terkait
GTSI Ekspansi Armada Tangkap Peluang Kenaikan Tarif LNG Imbas Konflik Iran
IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak
PJHB Ganti Galangan Kapal Ketiga, Beralih ke TSU karena Harga Lebih Kompetitif
Sido Muncul Catat Laba Bersih Rp1,23 Triliun di 2025 Didorong Ekspor yang Melonjak 31%