Tak Hanya dari Satu Negara
Umumnya, Pertamina Patra Niaga melakukan negosiasi impor BBM secara business to business untuk memenuhi kebutuhan sepanjang tahun. Namun begitu, asal negara pemasoknya cukup beragam.
Salah satunya adalah Amerika Serikat. Berdasarkan kebijakan pemerintah, porsi impor BBM dari AS ini bisa mencapai sekitar 40 persen.
“Pasar impor kita kan berdasarkan kebijakan pemerintah sudah ada untuk menyerap yang dari AS. Di luar itu juga kalau AS kan setara 40 persen seperti kebijakan pemerintah, selebihnya itu juga dilakukan dengan supplier-supplier penyedia yang ada di lokasi lain,” ungkap Roberth.
Sementara itu, dari sisi lain perusahaan, VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron memberikan penjelasan tambahan. Menurutnya, Pertamina masih menunggu arahan lebih lanjut terkait penugasan impor migas dari AS, terutama seiring dengan proses negosiasi tarif impor resiprokal yang masih berlangsung.
“Kami juga tetap menunggu arahan dari pemerintah terkait dengan penugasan ini, kami perlu adanya dasar yang kuat dan kehati-hatian dalam pelaksanaan dan juga tujuan utamanya tentunya ini untuk mengamankan distribusi energi kepada masyarakat,” tuturnya.
Jadi, meski persiapan impor sudah digeber, langkah akhirnya masih menunggu kepastian dari pemerintah. Semuanya demi satu tujuan: menjaga pasokan energi tetap lancar saat libur panjang nanti.
Artikel Terkait
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam
Bulog Siapkan Satu Juta Ton Beras Premium untuk Ekspor ke Pasar ASEAN
Target Pajak 2025 Meleset, Pemerintah Diduga Pakai Jurus Super Maut
Tamagotchi Paradise Cetak Rekor, Gen Z dan Nostalgia Kidult Jadi Pendorong Utama