Nixon pun menjabarkan lebih detail. Kenaikan DPK tak hanya didorong oleh segmen ritel melalui platform digital superapp Bale by BTN, tapi juga diperkuat oleh dana dari nasabah institusi, khususnya yang berskala menengah di sektor perumahan dan sektor-sektor pendukungnya.
Dengan tren yang masih terlihat kuat, Nixon merasa optimis. Ia yakin target pertumbuhan kredit dan pembiayaan hingga akhir tahun, yang ditargetkan di kisaran 8 hingga 10 persen, bisa tercapai. Khususnya, ini akan disokong oleh penyaluran ke sektor perumahan lewat program subsidi pemerintah, seperti KPR FLPP Sejahtera dan Kredit Program Perumahan (KPP).
tutur Nixon lagi.
Kemudian, ada juga perkembangan menarik dari sisi aksi korporasi. BTN telah mendapat lampu hijau dari pemegang saham untuk memisahkan unit usaha syariahnya. Rencananya, unit ini akan digabungkan ke bank umum syariah baru, yaitu PT Bank Syariah Nasional (BSN). Nixon menyampaikan, bisnis syariah yang sedang dipisahkan itu diharapkan sudah bisa beroperasi pada Desember 2025. Harapannya, langkah ini bisa memperkuat pertumbuhan industri perbankan syariah di tanah air.
Artikel Terkait
Harga Minyak Diprediksi Tertekan hingga 2026, Baru Pulih Setelahnya
Pasar Tenaga Kerja AS Mandek, Tapi Tingkat Pengangguran Justru Menyusut
Beras untuk Rakyat 2026 Dijamin Aman, Stok Bulog Capai 3,2 Juta Ton
Iran di Ambang Perubahan: Krisis Ekonomi dan Gejolak Sosial Menggerus Fondasi Republik Islam