Shell Beli BBM Pertamina, Sementara Puluhan Ton Beras Ilegal Digagalkan di Batam

- Rabu, 26 November 2025 | 05:30 WIB
Shell Beli BBM Pertamina, Sementara Puluhan Ton Beras Ilegal Digagalkan di Batam
Berita Terkini

Selasa (25/11) kemarin, publik dihebohkan dengan dua berita utama. Yang pertama, soal PT Shell Indonesia yang akhirnya membeli BBM murni dari PT Pertamina Patra Niaga. Berita ini langsung jadi perbincangan hangat.

Di sisi lain, temuan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak kalah mencengangkan. Ada 40,4 ton beras dan 2,04 ton minyak goreng ilegal yang berhasil dibongkar di Batam. Kasus ini juga ramai dibaca.

Shell Akhirnya Beli BBM Pertamina

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, sudah memastikan kabar ini. Menurutnya, Shell membeli total 100 ribu barel atau setara dengan satu kargo pengiriman penuh.

"Shell sudah terdapat kesepakatan dengan Pertamina, ini direncanakan tanggal 24 atau 25 ini sudah sampai di tempat titik serah yang disepakati antara Pertamina dengan Shell," kata Yuliot.

Negosiasi antara Pertamina Patra Niaga dan Shell sendiri disebut sudah masuk tahap akhir. Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM, turut membenarkan hal ini. Kesepakatan ini mengikuti langkah perusahaan lain seperti BP-AKR dan Vivo Energy yang lebih dulu membeli.

Beras & Minyak Goreng Ilegal Masuk Lewat Batam

Sementara itu, kasus penyelundupan beras dan minyak goreng ilegal lewat Batam berhasil digagalkan. Begitu dapat laporan, Mentan Amran langsung bergerak cepat. Ia menghubungi sejumlah pejabat mulai dari Pangdam Kepri, Kapolda, hingga Wali Kota Batam pada Senin malam. Tujuannya satu: penanganan harus segera dilakukan.

"Tadi malam ada laporan dari Batam melalui Lapor Pak Amran menyampaikan bahwasannya ada beras yang sandar jam 11 malam," ujar Amran.

Hasilnya, aparat berhasil mengamankan kapal yang dicurigai membawa barang ilegal itu di Pelabuhan Tanjung Sengkuang. Pemeriksaan awal menemukan barang bukti yang cukup banyak.

Selain 40,4 ton beras dan 2,04 ton minyak goreng, ada juga gula pasir 4,5 ton, tepung terigu 600 kilogram, susu 900 liter, parfum 240 buah, mi impor 360 kemasan, serta frozen food 30 dus.

Kapal yang terlibat pun tidak cuma satu. Tercatat ada tiga kapal: KM Sampurna 03, KM Permata Pembangunan, dan KM Risky Dilaut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar