IHSG Tersungkur 48 Poin, Sektor Industri Jadi Penyelamat di Tengah Aksi Jual

- Selasa, 25 November 2025 | 16:50 WIB
IHSG Tersungkur 48 Poin, Sektor Industri Jadi Penyelamat di Tengah Aksi Jual

Jakarta - Pasar saham domestik kembali berakhir di wilayah negatif hari ini, Selasa (25/11/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 48,36 poin, atau setara dengan 0,56 persen, sehingga bertengger di level 8.521. Suasana perdagangan terlihat cukup lesu, dengan sentimen jual masih mendominasi.

Kalau dilihat dari pergerakannya, aksi jual beli hari ini cukup aktif meski indeks melemah. Total volume perdagangan mencapai 57,54 miliar saham. Nilai transaksinya pun tidak main-main, menembus angka Rp 31,23 triliun yang terjadi dalam lebih dari 2,5 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, mayoritas harganya anjlok. Tercatat 364 saham terkoreksi, sementara yang mampu naik cuma 277. Sisanya, 170 saham, harganya stagnan alias nggak berubah.

Di sisi lain, performa sektor beragam. Ada yang terpuruk, ada juga yang justru memberi angin segar. Sektor properti, misalnya, jadi yang terlemah dengan penurunan hampir 1 persen. Teknologi dan bahan baku juga ikut merosot. Tapi, jangan salah. Sektor industri justru melonjak luar biasa, naik lebih dari 3 persen! Kesehatan dan keuangan juga menunjukkan performa positif, memberikan sedikit penyeimbang di tengah tekanan yang terjadi.

Nah, untuk saham-saham individu, ada beberapa yang tampil gemilang. PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) memimpin papan atas dengan kenaikan fantastis 34,62 persen ke level Rp140. WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) dan Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) juga tidak kalah bagus, masing-masing naik di atas 34 persen.

Sayangnya, tidak semua saham beruntung. Beberapa justru terperosok dalam. PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) jadi yang terburuk, harganya ambles 12,45 persen ke Rp436. Diikuti oleh Megapower Makmur Tbk (MPOW) dan Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang juga mengalami tekanan jual cukup signifikan.

Secara keseluruhan, pasar masih diliputi ketidakpastian. IHSG gagal bangkit dan harus menyerah pada tekanan jual yang masih berlanjut. Investor tampaknya masih menunggu momentum dan sinyal yang lebih jelas sebelum kembali masuk ke pasar.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar