Wall Street Berjaya, Nasdaq Melonjak 600 Poin Dihajar Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga

- Selasa, 25 November 2025 | 06:42 WIB
Wall Street Berjaya, Nasdaq Melonjak 600 Poin Dihajar Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga

Wall Street kembali melanjutkan reli optimismenya di awal pekan. Indeks saham AS ditutup menguat pada Senin (24/11), melanjutkan tren positif dari Jumat lalu. Sentimen utama yang mendorong kenaikan ini adalah harapan yang kian kuat bahwa Federal Reserve bakal memangkas suku bunga acuan pada Desember mendatang. Harapan ini rupanya cukup ampuh untuk membuat para investor mengabaikan kekhawatiran akan valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlampau mahal.

Indeks Dow Jones Industrial Average merangkak naik 202,86 poin (0,44 persen) ke level 46.448,27. Sementara itu, S&P 500 melonjak lebih signifikan, 102,13 poin (1,55 persen), menjadi 6.705,12. Tapi, Nasdaq Composite-lah yang benar-benar bersinar dengan kenaikan fantastis 598,92 poin atau 2,69 persen, menempatkan indeksnya di 22.872,01.

Pasar dibuka dengan energi positif di pekan yang lebih pendek karena libur. Kenaikan ini tak lepas dari aksi saham-saham teknologi besar, terutama yang tergabung dalam kelompok "Magnificent Seven". Alhasil, Nasdaq kembali menjadi yang terdepan.

Di sisi lain, serangkaian laporan ekonomi terbaru yang dirilis setelah penutupan pemerintahan AS selama enam pekan memperlihatkan tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja. Inflasi pun masih terpantau tinggi. Nah, data inilah yang justru memupuk optimisme. Investor semakin yakin The Fed akan melakukan pemotongan suku bunga ketiga dan terakhir di tahun 2025 pada pertemuan Desember nanti.

Beberapa komentar dari pejabat Fed turut memperkuat sentimen ini. Gubernur Fed Christopher Waller, Presiden Fed New York John Williams, dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly memberikan sinyal pelonggaran. Meski begitu, beberapa pejabat lain masih menyuarakan pandangan yang berbeda.

Robert Pavlik, seorang senior portfolio manager di Dakota Wealth, menyoroti pergeseran sentimen ini.

"Pelaku pasar mulai sejalan dengan pandangan bahwa pemangkasan suku bunga akan terjadi pada Desember," ujarnya.

Keyakinan pasar ini terlihat nyata. Melalui alat FedWatch milik CME, pasar keuangan kini memprediksi peluang pemotongan suku bunga sebesar 85 persen. Angka ini melonjak drastis dari hanya 42,42 persen pada pekan sebelumnya.

Pekan ini, rilis data ekonomi masih akan berlanjut. Investor akan menyimak data penjualan ritel, indeks harga produsen, dan pesanan barang tahan lama. Juga ada indikator independen seperti harga rumah Case-Shiller, laporan keyakinan konsumen dari Conference Board, serta data penjualan rumah tertunda dari National Association of Realtors.

Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal ketiga hampir berakhir. Hingga Jumat (21/11), hampir 95 persen perusahaan di indeks S&P 500 telah melaporkan hasilnya. Yang menarik, 83 persen di antaranya berhasil mencetak laba di atas ekspektasi. Analis pun merevisi proyeksi mereka pertumbuhan laba agregat kuartal ketiga kini diperkirakan mencapai 14,7 persen, jauh lebih tinggi dari proyeksi 8,8 persen pada awal Oktober menurut data LSEG.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, sektor komunikasi mencatat kenaikan persentase terbesar. Sementara itu, sektor consumer staples dan energi harus puas berakhir di zona merah.

Pekan ini juga menandai dimulainya musim belanja liburan di AS, yang diawali dengan libur Thanksgiving pada Kamis (27/11). Kondisi konsumen yang menyumbang sekitar 70 persen perekonomian AS kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya pengumuman PHK dan hasil survei yang lemah. Meski begitu, National Retail Federation justru memproyeksikan penjualan liburan akan tembus USD 1 triliun untuk pertama kalinya.

Beberapa retailer besar seperti Best Buy dijadwalkan merilis laporan kinerjanya pekan ini. Sementara itu, laporan Nvidia pekan lalu ternyata gagal meredakan kekhawatiran akan potensi gelembung AI. Baik S&P 500 maupun Nasdaq sejatinya masih berpotensi mencatatkan penurunan untuk kinerja bulanannya.

Ada juga angin segar dari Deutsche Bank. Mereka memberikan proyeksi yang sangat optimis, memperkirakan S&P 500 akan menembus level 8.000 pada akhir tahun depan. Ini menjadi proyeksi paling bullish di antara perusahaan broker besar dunia.

Di antara saham-saham individu, Bristol-Myers naik 3,3 persen. Kenaikan ini dipicu oleh pengumuman data positif uji klinis tahap akhir obat kardiovaskular dari Bayer asal Eropa, yang ikut meningkatkan keyakinan terhadap obat eksperimental milik Bristol-Myers, milvexian.

Tak ketinggalan, Centene dan Oscar Health masing-masing melonjak 4,6 persen dan 22,3 persen. Lonjakan ini terjadi setelah ada laporan bahwa Trump mempertimbangkan untuk memperpanjang subsidi Affordable Care Act selama dua tahun.

Meski semarak, volume perdagangan saham di bursa AS tercatat sedikit lebih rendah, yaitu 18,32 miliar, dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir yang sebesar 19,94 miliar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar