Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia 2026 Usai Kalahkan Jepang

- Jumat, 06 Februari 2026 | 10:30 WIB
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia 2026 Usai Kalahkan Jepang

MURIANETWORK.COM - Timnas Futsal Indonesia mencatatkan sejarah monumental dengan melaju ke final Piala Asia 2026 usai mengalahkan Jepang 5-3 pada semifinal, Kamis (5/2/2026) malam di Indonesia Arena. Kemenangan dramatis ini, yang disaksikan ribuan suporter, mengantarkan skuad Garuda untuk pertama kalinya ke partai puncak kejuaraan tertinggi benua Asia. Kapten tim, Ardiansyah Nur, menjadi simbol perjuangan dengan kepemimpinannya di lapangan dan emosi yang tumpah usai laga.

Detik-Detik Bersejarah dan Emosi Sang Kapten

Begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, suasana di Indonesia Arena meledak. Di tengah euforia rekan setimnya, Ardiansyah Nur justru terduduk lemas di tengah lapangan. Air mata tak terbendung mengalir di pipi pria asal Makassar itu, melepaskan segala beban dan kebahagiaan setelah memimpin timnya menaklukkan salah satu kekuatan besar futsal Asia. Momen haru itu dengan cepat menjadi ikon dari perjalanan panjang yang akhirnya berbuah manis.

Kontribusi Ardiansyah pada kemenangan bersejarah itu juga nyata. Sebuah tembakan kerasnya sempat membelok setelah membentur kaki pemain Jepang, Takehiro Motoishi, dan berujung pada gol yang turut memperkuat keunggulan Indonesia. Performanya malam itu adalah cerminan dari peran vitalnya sebagai anchor atau poros bertahan, yang tak hanya tangguh menghadang serangan lawan tetapi juga memiliki naluri menyerang yang tajam.

Jejak Panjang dari Gang-Gang Makassar

Perjalanan Ardiansyah Nur, yang akrab disapa Anca, ke puncak futsal Asia berawal jauh dari gemerlap lampu arena. Lahir di Makassar pada 27 Agustus 1997, darah olahraga dan semangat keras khas kota itu mengalir dalam dirinya. Pendidikan dasarnya hingga menengah, dari SD Inpres Malengkeri 2 hingga SMA Negeri 11 Makassar, seluruhnya ditempuh di kota kelahirannya, membentuk fondasi karakternya.

Minatnya pada dunia olahraga kemudian dibawa ke bangku kuliah di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM). Di sanalah pemahaman teoritis dan praktis tentang olahraga ia gali, membekalinya dengan fondasi keilmuan yang kokoh di samping bakat alamiahnya.

Peralihan Hobi Menjadi Profesi

Awalnya, Anca lebih terpikat pada sepak bola rumput. Namun, perkenalannya dengan futsal justru terjadi di bangku SMP dan berkembang serius saat SMA. Baginya, futsal bukan sekadar permainan, tetapi sebuah jalan hidup yang memberikan kepuasan batin sekaligus kesejahteraan.

“Saya rasa futsal hal menyenangkan. Saya bisa dapat uang dengan melakukan hal yang saya sukai. Alhamdulillah bisa sampai sekarang,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Kesetiaan yang Berbuah Gelar

Karier profesional Anca erat kaitannya dengan kesetiaannya pada Black Steel FC Papua. Bersama klub itu, ia menenun prestasi bertahap, mulai dari finis keempat pada 2017, hingga akhirnya merasakan gelar juara Liga Futsal Profesional Indonesia pada 2021. Puncaknya adalah saat ia mengangkat trofi juara AFF Futsal Club Championship 2023, menegaskan dominasinya di tingkat regional Asia Tenggara.

Konsistensi dan kualitasnya sebagai pemain poros terbaik di tanah air tak diragukan lagi, dan diakui secara resmi melalui penghargaan Best Player Pro Futsal League 2024–2025 yang ia raih.

Restu Keluarga sebagai Pondasi

Jalan menuju kesuksesan profesionalnya tidak selalu mulus. Langkah awal kariernya sempat terhambat karena kekhawatiran orang tuanya saat ia bergabung dengan Mataram FC dan Antam FC. Namun, seiring dengan keseriusan dan prestasinya, restu dari ayahnya, H Muh Nur, dan ibunya, Hj Maryam B Densu, pun akhirnya mengalir. Dukungan keluarga inilah yang kemudian menjadi kekuatan terbesarnya untuk terus berjuang menjadi yang terbaik.

Optimisme Menuju Masa Depan

Dengan pencapaian final Piala Asia ini, Ardiansyah memandang masa depan futsal Indonesia dengan penuh harapan. Ia melihat adanya pembenahan sistemik yang menjadi kunci kemajuan.

“Sudah di jalur yang benar dari segi pelatih, taktik, federasi sudah ada banyak dibenahi. Saya rasa sudah ada di jalur yang benar,” tutur Anca dengan keyakinan yang mantap.

Kini, Ardiansyah Nur dan Timnas Futsal Indonesia tinggal selangkah lagi dari sejarah terbesarnya: menjadi juara Asia. Tantangan terakhir bernama Iran menanti di partai puncak. Perjalanan seorang anak dari Makassar telah membawa timnya sejauh ini, dan satu pertarungan terakhir akan menentukan puncak dari semua kerja keras dan dedikasi tersebut.

Komentar