Harga emas dunia sedikit melemah pada Jumat kemarin. Setelah sempat anjlok lebih dari 1 persen di awal sesi, logam kuning ini akhirnya hanya turun tipis. Apa pasal? Rupanya, para pelaku pasar semakin yakin The Fed bakal memangkas suku bunga Desember nanti. Sentimen ini muncul setelah sejumlah komentar bernada dovish dari bank sentral AS itu.
Emas spot (XAU/USD) akhirnya terkoreksi 0,31 persen ke level USD 4.065,01 per troy ons. Sepanjang pekan, pelemahannya lebih dalam tergerus 0,51 persen.
Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan AS yang baru dirilis ternyata cukup beragam. Nonfarm payrolls melonjak 119.000 pada Oktober, jauh melampaui perkiraan yang cuma 50.000. Tapi anehnya, tingkat pengangguran justru merangkak naik ke level tertinggi dalam empat tahun. Data yang cukup membingungkan, bukan?
Presiden The New York Fed, John Williams, pada Jumat mengatakan bahwa bank sentral masih bisa memangkas suku bunga dalam waktu dekat tanpa mengganggu target inflasi.
"Komentar tersebut memberikan sentimen positif dan menjadi pendorong awal bagi para pelaku bullish di pasar emas," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Nah, berkat pernyataan Williams itu, peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya langsung melonjak. Saat ini, pelakunya mencapai 74 persen naik drastis dari 40 persen di awal hari.
Artikel Terkait
Bulog Siapkan Satu Juta Ton Beras Premium untuk Ekspor ke Pasar ASEAN
Target Pajak 2025 Meleset, Pemerintah Diduga Pakai Jurus Super Maut
Tamagotchi Paradise Cetak Rekor, Gen Z dan Nostalgia Kidult Jadi Pendorong Utama
Huntara Korban Bencana di Aceh dan Tapsel Dikebut, Target Selesai Sebelum Ramadan