Sentimen Dovish Fed Beri Napas bagi Emas di Tengah Data Ketengakerjaan yang Campur Aduk

- Sabtu, 22 November 2025 | 14:00 WIB
Sentimen Dovish Fed Beri Napas bagi Emas di Tengah Data Ketengakerjaan yang Campur Aduk

Harga emas dunia sedikit melemah pada Jumat kemarin. Setelah sempat anjlok lebih dari 1 persen di awal sesi, logam kuning ini akhirnya hanya turun tipis. Apa pasal? Rupanya, para pelaku pasar semakin yakin The Fed bakal memangkas suku bunga Desember nanti. Sentimen ini muncul setelah sejumlah komentar bernada dovish dari bank sentral AS itu.

Emas spot (XAU/USD) akhirnya terkoreksi 0,31 persen ke level USD 4.065,01 per troy ons. Sepanjang pekan, pelemahannya lebih dalam tergerus 0,51 persen.

Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan AS yang baru dirilis ternyata cukup beragam. Nonfarm payrolls melonjak 119.000 pada Oktober, jauh melampaui perkiraan yang cuma 50.000. Tapi anehnya, tingkat pengangguran justru merangkak naik ke level tertinggi dalam empat tahun. Data yang cukup membingungkan, bukan?

Presiden The New York Fed, John Williams, pada Jumat mengatakan bahwa bank sentral masih bisa memangkas suku bunga dalam waktu dekat tanpa mengganggu target inflasi.

"Komentar tersebut memberikan sentimen positif dan menjadi pendorong awal bagi para pelaku bullish di pasar emas," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Nah, berkat pernyataan Williams itu, peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya langsung melonjak. Saat ini, pelakunya mencapai 74 persen naik drastis dari 40 persen di awal hari.

Tapi jangan salah, tidak semua pejabat The Fed sepakat. Beberapa masih bersikap hawkish. Presiden The Dallas Fed, Lorie Logan, misalnya, menyerukan agar suku bunga kebijakan tetap ditahan untuk sementara waktu.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, memang cenderung lebih bersinar di lingkungan suku bunga rendah. Makanya, setiap ada isyarat potensi penurunan suku bunga, harganya langsung dapat angin segar.

Wyckoff juga mengingatkan, pergerakan bursa saham AS patut dicermati. Kalau pasar saham reli lebih kuat, hal itu berpotensi menekan harga emas karena selera risiko investor meningkat. Dan memang, indeks utama di Wall Street ditutup menguat seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga bulan depan.

Sementara itu, di lapangan, permintaan emas fisik di sejumlah pasar utama Asia tetap lesu sepanjang pekan. Volatilitas suku bunga bikin pembeli menahan diri enggan berburu logam mulia untuk sementara.

Bagaimana dengan logam mulia lainnya? Perak spot turun 0,4 persen ke USD 50,39 per troy ons. Platinum sedikit naik 0,1 persen ke USD 1.512,67. Sedangkan palladium menguat tipis 0,2 persen ke USD 1.380.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar