tuturnya.
Usaha kerasnya tak sia-sia. Agen yang dulu dijalankan sendirian itu kini kian dikenal. Bahkan, satu cabang tambahan sudah berhasil dibuka, dengan melibatkan warga setempat sebagai karyawan. Perkembangan yang cukup membanggakan.
Di sisi lain, kisah Wenny ini sebenarnya adalah gambaran nyata bagaimana kehadiran agen keuangan bisa memberi dampak langsung bagi masyarakat. Lewat jaringan seperti AgenBRILink yang merambah desa, akses perbankan menjadi sesuatu yang lebih mudah dan terjangkau.
Secara terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, juga menyoroti hal serupa. Menurutnya, upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perekonomian terus didorong BRI lewat inklusi keuangan dan menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai AgenBRILink.
Hingga akhir September 2025, jumlah AgenBRILink tercatat telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen. Angka ini tumbuh 17,8 persen dari tahun sebelumnya. Jaringannya sendiri sudah menyebar di 66 ribu desa, menjangkau lebih dari 80 persen wilayah Indonesia.
"Dari sisi transaksi, AgenBRILink mencatatkan volume transaksi sebesar Rp 1.293,5 triliun atau tumbuh 10,6 persen yoy, menunjukkan peran yang semakin vital dalam memberikan akses layanan keuangan formal kepada masyarakat,"
pungkas Akhmad.
Artikel Terkait
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026
Transaksi SPPA BEI Melonjak 461% Didorong Fitur Repo
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi AS
MCOL Dirikan Anak Usaha Rp18,75 Miliar untuk Garap Bisnis Data dan TI