POSCO International kini muncul sebagai pengendali baru di balik PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Perubahan ini terjadi setelah Twinwood Family Holding Ltd melepas seluruh kepemilikannya di AGPA Pte Ltd. Nah, AGPA sendiri adalah anak perusahaan POSCO International yang berbasis di Singapura.
Jadi secara tidak langsung, raksasa asal Korea Selatan ini kini memegang kendali atas Sampoerna Agro. Menarik untuk melihat bagaimana profil perusahaan ini sebenarnya.
POSCO ternyata punya sejarah panjang. Awalnya berdiri tahun 1967 dengan nama Daewoo Industry Co. Ltd. Baru pada 1982 berganti menjadi Daewoo Corporation. Namun begitu, perubahan besar terjadi di tahun 2000 ketika Daewoo International Corporation memisahkan diri dari induknya. Satu dekade kemudian, tepatnya 2010, perusahaan ini resmi bernama POSCO. Yang patut dicatat, hanya setahun setelah transformasi itu, mereka sudah merambah bisnis perkebunan sawit di Indonesia.
Saat ini, bisnis POSCO International terbagi dalam empat pilar utama. Mulai dari energi, bahan baku seperti baja, agribisnis, hingga ekonomi baru. Jangkauannya benar-benar global. Eropa, Asia Timur, Amerika Serikat, Amerika Latin, Afrika – hampir semua benua ada jejaknya. Di kawasan ASEAN sendiri, mereka hadir di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan beberapa negara lainnya.
Khusus di sektor agribisnis, fokusnya pada tiga komoditas: kelapa sawit, biji-bijian, dan katun. Untuk sawit, mereka mengelola dari hulu ke hilir. Mulai dari perkebunan, ekstraksi minyak sawit mentah, pemurnian, sampai impor dan distribusi produk akhir.
Artikel Terkait
Pinjol Tembus Rp 94,85 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Rentan Gagal Bayar
Trump Panggil Raksasa Minyak, Tawarkan Venezuela dengan Garansi 100 Miliar Dolar
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera