KAI Commorter Jelaskan Alasan Operasional KRL Belum Bisa 24 Jam
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia Commuter (KAI Commuter) memberikan penjelasan resmi menanggapi wacana operasional Kereta Rel Listrik (KRL) selama 24 jam. Perusahaan mengungkapkan bahwa waktu malam hari dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan perawatan berkala terhadap seluruh fasilitas sarana dan prasarana.
DATA OPERASIONAL TERKINI:
- Jam operasional: 04.00 - 23.30 WIB
- Jumlah perjalanan harian: 1.063 trip
- Jumlah stasiun yang dilayani: 83 stasiun
- Rata-rata pengguna harian: 1 juta penumpang
Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, dalam pernyataan tertulisnya menjelaskan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan seluruh kapasitas armada yang tersedia. Langkah efisiensi termasuk pengoperasian 11 trainset CLI-125 baru dengan Stamformasi (SF) 12, pengurangan SF 8, serta optimalisasi headway di semua lintasan.
"Dalam operasional dan layanan Commuter Line, pengelola terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Namun, fasilitas sarana dan prasarana harus dilakukan perawatan secara berkala untuk memastikan operasional dan layanan berjalan maksimal," tegas Karina.
Pertumbuhan jumlah pengguna yang mencapai 1 juta penumpang per hari menjadi pertimbangan utama dalam manajemen perawatan. Setiap peningkatan layanan, menurut Karina, harus diimbangi dengan maintenance yang komprehensif baik pada sarana kereta maupun fasilitas stasiun.
Kebijakan sterilisasi stasiun setelah pemberangkatan terakhir KRL merupakan bagian dari protokol standar operasional. Langkah ini mencakup proses pembersihan menyeluruh dan perawatan fasilitas untuk memastikan kesiapan layanan pada keesokan harinya.
"Perawatan ini bertujuan agar setiap fasilitas tetap optimal kinerjanya pada jam operasional. Selain itu, juga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan stasiun dari potensi-potensi yang tidak diinginkan," sambung Karina.
KAI Commuter menegaskan posisi KRL sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dari daerah penyangga ibu kota. Komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan, termasuk melalui program maintenance yang terstruktur dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil