Trump Sebut Duet Vance-Rubio Sulit Dikalahkan di Pilpres AS 2028

- Jumat, 05 Juni 2026 | 03:20 WIB
Trump Sebut Duet Vance-Rubio Sulit Dikalahkan di Pilpres AS 2028

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyebut pasangan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai kandidat potensial yang sulit dikalahkan dalam Pemilihan Presiden AS 2028 dari Partai Republik. Kedua politisi senior ini dinilai memiliki daya saing kuat dan diproyeksikan menjadi lawan berat bagi calon dari Partai Demokrat pada kontestasi mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara podcast pada Rabu (3/6/2026) yang dipandu oleh Miranda Devine. Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan keyakinannya terhadap kekuatan duet Vance dan Rubio. “Saya kira JD dan Marco, sebagai sebuah tim, akan sangat sulit dikalahkan,” ujarnya, seperti dilaporkan kembali oleh Reuters. Ia juga menambahkan bahwa keduanya memiliki hubungan kerja yang harmonis. “Ini menarik, hal yang manusiawi. Jadi saya melihat mereka bersama, mereka akur sekali,” kata Trump menegaskan.

Belakangan ini, Vance dan Rubio kerap tampil bersama dalam konferensi pers di Gedung Putih untuk membela kebijakan pemerintahan Trump, terutama terkait strategi perang melawan Iran. Penampilan Rubio di podium Gedung Putih baru-baru ini bahkan menuai pujian tidak hanya dari kalangan Partai Republik, tetapi juga dari sejumlah politisi Demokrat. Ia dinilai mampu tampil komplet, termasuk dengan melontarkan guyonan untuk menggambarkan sikap pemerintah dalam negosiasi damai dengan Iran.

Sementara itu, meskipun manuver politik telah mulai terlihat, belum ada satu pun pihak yang secara resmi mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilpres AS 2028. Di kubu Demokrat, para kandidat juga mulai bersaing dan melakukan persiapan awal untuk menghadapi pemilu mendatang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar