Direktur BUMA, Silfanny Bahar, menegaskan bahwa percepatan pelunasan ini merupakan langkah strategis. "Ini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko pembayaran jangka pendek dan memperkuat posisi likuiditas BUMA, menegaskan kembali kedisiplinan kami dalam pengelolaan modal," ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemegang obligasi atas kepercayaan yang diberikan.
Ke depan, BUMA memastikan akan terus menjalankan strategi pendanaan yang disiplin dan terdiversifikasi. Perusahaan akan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, termasuk fasilitas perbankan konvensional dan syariah, Sukuk, obligasi dalam mata uang dolar AS dan Rupiah, serta pembiayaan leasing.
"Pendekatan yang seimbang ini menjaga fleksibilitas keuangan dan menempatkan BUMA pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan," pungkas Silfanny.
Artikel Terkait
Amman Mineral Pacu Eksplorasi di Sumbawa, Siapkan Game Changer Baru
Pefindo Beri Peringkat IdBBB+ untuk SOLA, Prospek Stabil dengan Catatan Diversifikasi
Harga Emas Antam Melonjak Rp 25.000 per Gram, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
RISE Siap Bagikan Bonus Saham Rp525 Miliar pada 2026