Direktur BUMA, Silfanny Bahar, menegaskan bahwa percepatan pelunasan ini merupakan langkah strategis. "Ini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko pembayaran jangka pendek dan memperkuat posisi likuiditas BUMA, menegaskan kembali kedisiplinan kami dalam pengelolaan modal," ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemegang obligasi atas kepercayaan yang diberikan.
Ke depan, BUMA memastikan akan terus menjalankan strategi pendanaan yang disiplin dan terdiversifikasi. Perusahaan akan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, termasuk fasilitas perbankan konvensional dan syariah, Sukuk, obligasi dalam mata uang dolar AS dan Rupiah, serta pembiayaan leasing.
"Pendekatan yang seimbang ini menjaga fleksibilitas keuangan dan menempatkan BUMA pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan," pungkas Silfanny.
Artikel Terkait
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa