- Indeks S&P 500 turun 32,5 poin atau setara dengan 0,49 persen.
- Indeks Nasdaq 100 yang sarat dengan saham teknologi anjlok 152,75 poin atau 0,61 persen.
- Indeks Dow Jones mengalami penurunan terdalam, terjun hingga 369 poin atau 0,79 persen.
Sektor Ritel Ikut Memberatkan Pasar
Di luar sektor teknologi, sentimen negatif datang dari perusahaan ritel perlengkapan rumah. Home Depot, salah satu komponen Dow Jones, kolaps 4,1 persen. Pelemahan ini dipicu oleh revisi proyeksi perusahaan yang memprediksi penurunan laba bersih yang lebih dalam sepanjang tahun 2025. Saham kompetitornya, Lowe's, ikut terseret turun 3,1 persen.
Analisis Pasar: Apakah Ini Awal Koreksi Lebih Dalam?
Seorang pakar strategi investasi, Sam Stovall dari CFRA Research, memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa investor kini akan lebih kritis dalam mengkaji laporan keuangan perusahaan. Tujuannya adalah untuk membedakan apakah tekanan jual ini hanya koreksi jangka pendek atau justru pertanda dimulainya fase penurunan pasar yang lebih dalam dan berlarut.
Pelanggaran Level Teknikal Perkuat Sinyal Bearish
Kekhawatiran pasar ini telah mendorong aksi jual yang konsisten. Indeks S&P 500 tercatat telah mundur lebih dari 3 persen dari posisi puncaknya yang dicapai pada Oktober 2025. Lebih lanjut, pada penutupan perdagangan Senin (17/11/2025), baik indeks S&P 500 maupun Nasdaq ditutup di bawah level rata-rata bergerak 50 hari (50-day Moving Average) untuk pertama kalinya sejak akhir April 2025. Pelanggaran level support teknikal ini dianggap sebagai sinyal bearish oleh banyak pelaku pasar.
Artikel Terkait
OJK Tuntaskan 2.263 Pinjol Ilegal Sepanjang 2025
Prabowo Restui Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Dasco Jadi Penghubung Kilat
Telepon Subuh Mentan Amran Gagalkan 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal
Utang Pinjol Tembus Rp94,85 Triliun, Tunggakan Ikut Merangkak Naik