Harga Emas Perhiasan Melonjak 52,76%, Tembus Rekor 45 Bulan Berturut-turut

- Senin, 17 November 2025 | 14:00 WIB
Harga Emas Perhiasan Melonjak 52,76%, Tembus Rekor 45 Bulan Berturut-turut

Inflasi Emas Perhiasan Catat Rekor 45 Bulan Berturut-Turut

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan fakta terbaru mengenai inflasi emas perhiasan. Data menunjukkan bahwa komoditas ini telah mengalami kenaikan harga secara tahunan selama 45 bulan tanpa jeda, dimulai sejak Februari 2022.

Pada laporan Oktober 2025, inflasi tahunan untuk emas perhiasan tercatat melonjak hingga 52,76 persen. Angka ini memberikan kontribusi sebesar 0,68 persen terhadap total inflasi nasional dan merupakan tingkat kenaikan tertinggi dalam 45 bulan terakhir.

Inflasi Nasional dan Sebaran Daerah

Secara keseluruhan, BPS melaporkan inflasi bulanan (mtm) Oktober 2025 sebesar 0,28 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (yoy) berada di level 2,86 persen.

Dari sisi geografis, fenomena inflasi emas perhiasan terjadi secara luas di 38 provinsi di Indonesia. Provinsi Sumatera Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 62,83 persen, sementara Bengkulu mencatat inflasi terendah di angka 40,10 persen.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Amalia menjelaskan bahwa tren kenaikan harga emas, terutama pada Oktober 2025, dipicu oleh faktor global. Emas dianggap sebagai aset safe haven atau pelindung nilai yang aman di tengau ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi dunia.

Fluktuasi harga emas di pasar internasional secara langsung mempengaruhi harga yang dibayar oleh konsumen di dalam negeri. Hal inilah yang menyebabkan inflasi emas perhiasan terus berlanjut.

Tingkat Penjualan dan Sisi Positif Investasi

Data dari PT Antam memperkuat tren ini. Total penjualan emas pada periode Januari hingga September 2025 mencapai 34.164 kilogram. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.

Di balik dampaknya terhadap inflasi, kenaikan harga dan minat terhadap emas juga membawa sisi positif. Fenomena ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dalam bentuk emas semakin meningkat. Masyarakat mulai melihat emas sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan dan dapat diandalkan di masa depan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar