Data BPS lebih lanjut mengungkapkan bahwa kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk telur ayam ras terjadi di 43,61 persen wilayah Indonesia, mencakup 157 kabupaten dan kota. Terdapat kesenjangan harga yang cukup signifikan, dengan harga tertinggi mencapai Rp 100.000 per kg dan harga terendah di angka Rp 23.320 per kg.
Daerah dengan harga tertinggi didominasi oleh wilayah di Papua, seperti Kabupaten Mamberamo Tengah (Rp 100.000/kg), disusul oleh Kabupaten Puncak Jaya dan Intan Jaya yang keduanya memiliki harga Rp 90.000 per kilogram.
Daerah dengan Kenaikan IPH Tertinggi dan Jumlah SPPG
BPS juga mengidentifikasi sejumlah kabupaten yang mengalami kenaikan IPH signifikan dan memiliki jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang banyak. Beberapa daerah tersebut adalah:
- Kabupaten Sambas (Kenaikan IPH 8,32% dengan 26 SPPG)
- Kabupaten Pringsewu (Kenaikan IPH 8,16% dengan 37 SPPG)
- Kabupaten Sanggau (Kenaikan IPH 8,14% dengan 17 SPPG)
- Kabupaten Minahasa (Kenaikan IPH 7,92% dengan 13 SPPG)
- Kabupaten Mempawah (Kenaikan IPH 7,08% dengan 18 SPPG)
Daerah-daerah ini disarankan untuk mendorong penyediaan pasokan telur ayam ras yang lebih besar guna mengimbangi permintaan yang tinggi dari program pemerintah.
Artikel Terkait
SIPF Dorong Penguatan Kelembagaan untuk Sejajar dengan LPS
Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan Israel Picu Lesunya Pasar Saham Asia
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Buyback Anjlok Rp59 Ribu
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Enam Rekomendasi Saham